Ternyata, kecurigaan terhadap keaslian ijazah Jokowi itu sudah terungkap sejak tahun 2012, saat Jokowi akan mendaftar sebagai Calon Gubernur Jakarta. Ini diungkapkan saksi fakta Roy Suryo, Rismon, dan Tifa, yakni Yulianto Widirahajo, saat akan diperiksa di Polda Metro Jaya, kemarin (10/2/2026).
Yulianto bercerita bahwa pada saat itu ia menjabat sebagai salah seorang anggota Komisi Informasi Publik, di DKI Jakarta. Ia dihubungi salah seorang tim pencalonan Jokowi dari PDIP saat itu, yakni Deni Iskandar, mengungkap keheranannya bahwa antara foto ijazah Jokowi dan Jokowi berbeda.
Deni Iskandar mengungkapkan keheranannya itu kepada dirinya oleh karena sesama alumni aktivis GMNI. Yulianto tak saja mendengar cerita dari Deni Iskandar saja, tapi juga coba melihatnya, dan setuju dengan penilaian Deni Iskandar itu. Memang, foto ijazah dan sosok Jokowi berbeda, secara kasat.
Setidaknya, sudah dua orang saksi yang mengatakan secara terbuka, bahwa antara foto di ijazah Jokowi dan sosok Jokowi sendiri berbeda secara kasat mata. Yakni, Yulianto kemarin itu dan mantan Wakapolri Oegroseno, bahkan di hadapan hakim di Persidangan Citizen Lawsuit di Solo.
Kalau di media sosial sudah terlalu sering netizen mengatakannya. Bahkan ada anekdot, hanya pendukung Jokowi yang yakin bahwa foto di ijazah Jokowi itu benar-benar sosok Jokowi Presiden ke-7 kita. Pernyataan ini terlalu fatal dan terlalu mudah untuk membuktikannya, kalau memang serius.

Kita nggak ngerti juga bagaimana bisa mengakhiri kasus seputar ijazah Jokowi ini? Semua seperti saling kunci. Jokowi mengunci lewat pernyataan UGM dan penutupan laporan di Bareskrim. Roy Suryo Cs juga mengunci lewat keilmuannya bahwa ijazah Jokowi, yang fotocopy legalisirnya sudah di tangan Bonatua Silalahi, dipastikan 99,9% palsu.
Sementara pandangan Presiden Prabowo seperti yang diungkapkan Susno Duadji saat bertemu di Kertanegara beberapa waktu lalu, jelas sekali mengatakan bahwa kasus ijazah palsu ini terlalu banyak di Republik ini. Penuh penjara kalau diungkapkan satu persatu.
Kendati tak merujuk langsung ke ijazah Jokowi yang sedang dipersoalkan, rasanya kesimpulannya sudah bisa kita ambil sendiri-sendiri. Susah pula kita kalau disebutkan. Biarlah saluang saja yang menyampaikan ke telinga kita masing-masing.
(Erizal)







Komentar