Pengusaha tambang asal Kalimantan Barat berinisial AS, yang kerap disebut sebagai sosok di balik operasional PT Enggang Jaya Makmur (PT EJM), kembali menjadi sorotan publik. Namanya mencuat dalam polemik dugaan aktivitas pertambangan bauksit ilegal di wilayah konsesi PT Aneka Tambang (ANTAM), yang menurut sejumlah pihak berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga puluhan triliun rupiah.
Ketua Laskar Investigasi Badan Penyelamat Aset Negara (LI BAPAN) RI perwakilan Kalimantan Barat, Febyan Barbaro, menyatakan terus melakukan berbagai upaya hukum untuk mengungkap dugaan penyimpangan tersebut. Namun, Febyan mengaku menghadapi hambatan serius dalam penanganan kasus ini, khususnya di tingkat daerah. Ia menilai proses hukum di Polda Kalimantan Barat tidak berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan.
Febyan bahkan menduga adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam menghambat pengusutan kasus tersebut. Ia menyebut keyakinannya bahwa AS memiliki pengaruh kuat, termasuk dugaan “bermain” dengan sejumlah pihak di level kepolisian daerah, sehingga laporan yang diajukan tidak berkembang signifikan.
Dalam sebuah podcast yang disiarkan melalui kanal YouTube Roemah Pemuda, Febyan mengungkapkan dugaan yang lebih serius. Ia menyatakan bahwa setelah berbagai upaya pelaporan terhadap aktivitas PT EJM menemui jalan buntu, ia mencurigai adanya aliran dana suap ke tingkat pusat. Menurut Febyan, Kejaksaan Agung diduga telah menerima suap dengan nilai fantastis, mencapai sekitar Rp50 miliar, sehingga proses hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Febyan menegaskan bahwa pernyataannya merupakan dugaan yang ia sampaikan berdasarkan temuan dan keyakinan pribadinya. Ia juga mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti yang dianggap kuat dan menyatakan kesiapannya untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Febyan menilai dugaan keterlibatan aparat penegak hukum justru menjadi faktor utama yang menyulitkan upaya pencarian keadilan dan penyelamatan aset negara dalam kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan terkait dugaan tersebut.
Video lengkap bisa disimak pada kanal Youtube Roemah Pemuda







Komentar