Erdogan akan melakukan lawatan resmi ke Iran, diduga pembicaraan utamanya adalah rencana membentuk Pakta Pertahanan

✍🏻Ismail Amin

Erdogan dijadwalkan akan melakukan lawatan resmi ke Iran, diduga pembicaraan utamanya adalah rencana membentuk pakta pertahanan dengan Iran… kemungkinan itu bisa saja terjadi menyusul ketegangan Ankara-Tel Aviv makin meningkat…. Sebelumnya Turki telah menghentikan semua bentuk kerjasama dengan Israel dan memutuskan semua hubungan diplomatik. Kedutaan Israel di Ankara tidak lagi beroperasi dan duta besar Turki juga sudah ditarik dari Israel.

Turki tidak bisa mengandalkan keanggotaannya di NATO, sebab jika Turki akhirnya berperang dengan Israel, NATO yang didominasi AS, Inggris, Prancis dan Jerman tentu berpihak ke Israel… sementara jika menarik Iran, itu sekalian sama dengan menarik Rusia dan Tiongkok.

Namun tentu saja, kalau Erdogan resmi mengumumkan kerjasama pertahanan dengan Iran, itu akan memicu reaksi keras NATO, AS, dan UE, yang berisiko ekonomi dan militer bagi Ankara.

Erdogan pusing…

***

Hingga akhir Desember 2025, rencana kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Iran dilaporkan sedang dalam tahap akhir koordinasi.

Berikut adalah poin-poin utama terkait rencana tersebut:

  • Jadwal Kunjungan: Per 24 Desember 2025, Erdogan dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Teheran dalam beberapa minggu mendatang. Meskipun prinsip kunjungan telah disepakati, otoritas Turki dan Iran masih memfinalisasi tanggal pastinya.
  • Agenda Utama: Pertemuan ini direncanakan untuk membahas perluasan hubungan bilateral serta isu-isu regional yang mendesak, termasuk krisis Suriah, sengketa energi, dan upaya meredakan ketegangan di kawasan.
  • Konteks Diplomatik: Sebelum rencana kunjungan ini, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan telah melakukan kunjungan ke Teheran pada awal Desember 2025 untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan pejabat tinggi lainnya.

*Ket. foto atas: Pertemuan antara beberapa kepala negara pada KTT ke-17 Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO). (dari kiri ke kanan) Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. KTT tersebut berlangsung di Khankendi, Azerbaijan, pada 4 Juli 2025.

Organisasi Kerjasama Ekonomi (ECO) adalah organisasi antar-pemerintah politik dan ekonomi Eurasia yang dibentuk tahun 1985 oleh Iran, Pakistan, dan Turki untuk mendorong kerja sama ekonomi, teknis, dan budaya antar negara anggota, serta bertujuan menciptakan pasar tunggal untuk barang dan jasa di kawasan tersebut melalui penghapusan hambatan perdagangan dan pengembangan konektivitas transportasi dan komunikasi. ECO merupakan penerus dari Regional Cooperation for Development (RCD) dan diperluas pada tahun 1992 dengan menambahkan tujuh anggota baru, termasuk negara-negara Asia Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *