Ekonomi Baik-Baik Saja? Rakyat Bahagia?

𝐄𝐀𝐨𝐧𝐨𝐦𝐒 𝐁𝐚𝐒𝐀-𝐁𝐚𝐒𝐀 π’πšπ£πš? π‘πšπ€π²πšπ­ 𝐁𝐚𝐑𝐚𝐠𝐒𝐚?

Beberapa hari lalu seorang Bejatbad mengatakan karena tiket Mens Rea-nya Pandji ludes terjual, maka dikatakannya kalau rezim JW 3.0 (dan tentunya rezim JW 1.0 dan 2.0) itu berhasil.

Benarkah? Mari kita bahas…

Berapa sih penonton Mens Rea di 30 Agustus 2025 itu?

Cuma 10.000 orang, dengan tiket paling murah Rp 550k di tribune (ini mayoritas), sedangkan paling mahal Rp 1,7juta untuk yang duduk di sekeliling panggung.

Pertanyaannya apakah itu representasi bahwa masyarakat IDN baik-baik saja keadaan ekonominya?

Hell NO…!!!

World Bank melaporkan dalam 2025 Macro Poverty Outlook-nya bahwa 60,3% dari penduduk Indonesia ( β‰ˆ 171,9juta orang) itu hidup di bawah garis kemiskinan (standarnya USD 6,85 /orang /hari β€” sehingga IDN adalah peringkat ke-2 di dunia dalam jumlah penduduk miskin terbanyak. Sementara standar BPS yang digunakan Pemerintah itu adalah Rp 20k /orang /hari yang mana sebenarnya tak masuk Γ qal.

Ini juga terbukti dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menunjukkan dari 554,6juta rekening bank, 98,8% itu adalah di bawah Rp 100juta (yang mana itu termasuk rekening perusahaan). Artinya apa? Cuma 1,2% (atau 6juta) dari penduduk yang punya simpanan di atas Rp 100juta.

Anggaplah 1 rekening itu mewakili 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang, maka itu artinya penduduk yang bisa dianggap kelas menengah ke atas itu hanya sekira 24juta orang alias 9% dari keseluruhan 287,6juta penduduk.

BTW, secara teknis menurut LPS banyak individu di kelas menengah ke atas memiliki lebih dari 2 rekening, sehingga jika asumsi ini diperketat, maka jumlah penduduk “berada” mungkin jauh lebih sedikit lagi dari 24juta orang.

Bandingkan dengan RRC yang Komunis punya 336juta orang penduduk kelas menengah alias 23,3% dari 1,44milyar penduduknya. Atau Vietnam yang juga Komunis punya 26juta penduduk kelas menengah alias 26% dari 101juta penduduknya. Masa negara dengan “Ekonomi Pantjasila” kalah makmur sama negara-negara Komunis?

Kalau dilihat data dari orang “super rich” β€”yang memiliki simpanan lebih dari USD 10jutaβ€” dari “The Wealth Report 2025″nya Knight Frank sebagai berikut:

  • Amerika Serikat (USA), penduduk β‰ˆ 348.276.000, super rich-nya 905.413 orang
  • RRC (CHN), penduduk β‰ˆ 1.414.332.000, super rich-nya 471.634 orang.
  • Singapura (SGP), penduduk β‰ˆ 5.891.000 jiwa, super rich-nya 9.674 orang.
  • Vietnam (VNM), penduduk β‰ˆ 101.930.394, super rich-nya 5.459 orang.
  • Indonesia (IDN), penduduk β‰ˆ 286.913.000 jiwa, super rich-nya 8.120 orang.

Artinya apa?

Ketimpangan pemerataan pendapatan yang sangat parah…!!!

USA itu super rich-nya 2,6% dari penduduknya. SGP punya 1,64%. RRC punya 0,33%. Vietnam punya super rich 0,05%.

Sementara INDONESIA? Cuma 0,02% saja dari penduduknya.

Jadi, masihkah berani membanggakan kalau penduduk IDN itu adalah yang “terbahagia di dunia” berdasarkan studi dari Harvard, Baylor, dan Gallup (Global Flourishing Study) itu…???

Well, it is true that money can’t buy you happiness, but you must have money to buy your needs. Quota internet, skincare, kopi & kulineran, jalan-jalan, gadget, semua itu butuh uang untuk membelinya.

Kemakmuran segelintir orang di Ibu Kota tak bisa dijadikan tolok ukur kebahagiaan bangsa, jadi apakah masih berpikir kalau rezim JW 1.0 & 2.0 dan sekarang JW 3.0 itu berhasil…?

Well… think again, and think smart.

(Arsyad Syahrial)

Komentar