Ehhh

Polisi memastikan laporan terhadap Pandji Pragiwaksono tetap diproses, meski keabsahan flashdisk berisi rekaman dari platform Netflix yang dijadikan barang bukti oleh pelapor, dikritik sejumlah pihak.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, penyidik saat ini masih memprioritaskan pengambilan keterangan dari para pelapor Pandji.

Selain itu, penyidik juga meminta keterangan sejumlah ahli untuk mengkaji perkara tersebut secara komprehensif.

“Penyidik terus meminta keterangan para ahli untuk mengkonstruksikan batasan sejauh mana kebebasan berekspresi dan seni di ruang publik, serta kaitannya dengan ketentuan pidana,” kata Iman di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan, proses penegakan hukum dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, dan keberimbangan.

Hal itu dinilai penting agar kepastian hukum tetap terjaga, tanpa mengabaikan ruang kebebasan berekspresi yang beradab.

Terkait alat bukti, Iman menyebut penyidik tidak hanya bergantung pada barang bukti yang diserahkan pelapor.

Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti lain guna memperkuat proses penyidikan.

Legalitas Bukti Pelaporan Pandji Pragiwaksono Dinilai Bermasalah

Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan di muka umum dan penistaan agama. Laporan tersebut dipicu oleh materi pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang tayang di platform Netflix.

Pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, resmi mendaftarkan laporannya dengan nomor STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada Kamis, 8 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, Rizki menyerahkan tiga barang bukti utama kepada penyidik.

Bukti pertama adalah flashdisk berisi unduhan video pertunjukan Mens Rea.

“Berisi rekaman dari pernyataan-pernyataan tersebut,” kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Reonald Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Januari 2026.

Kedua, polisi menerima barang bukti tangkapan layar yang dicetak di selembar kertas. “Hasil cetak cuplikan layar atau capture, screen capture, atau print out foto,” ujar Reonald.

Ketiga, pelapor yang mengatasnamakan nama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah itu menyerahkan selembar dokumen berisi rilis aksi. “Barang bukti sudah kami terima untuk dipelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Legalitas Barang Bukti

Penggunaan hasil download dari Netflix sebagai barang bukti mendapat sorotan dari kalangan akademikus. Muhammad Fatahillah Akbar dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada mempertanyakan keabsahan bukti tersebut.

Menurut Akbar, tayangan di platform streaming berbayar memiliki proteksi hak cipta dan tidak bisa sembarang direkam atau diunduh.

“Barang bukti harus diperoleh secara sah dan tidak boleh bersifat melawan hukum,” katanya, Ahad, 11 Januari 2026. ”Ada potensi file di dalam flashdisk tersebut diambil secara ilegal, yang bisa menggugurkan validitasnya sebagai alat bukti di persidangan.”

Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, memiliki pendapat serupa. Menurut dia, mengunduh tayangan Netflix secara ilegal merupakan tindakan melawan hukum.

Namun, ia memberikan catatan, bukti yang berpotensi bermasalah bisa tetap digunakan jika diminta langsung oleh otoritas negara.

“Jika penegak hukum yang meminta demi kepentingan penyidikan, maka siapa pun di wilayah hukum Indonesia wajib menyerahkannya,” kata Fickar.

Komentar