“Efisiensi demi MBG pak”

✍🏻Budi Saks

Walaupun Teddy dan Purbaya membantah bahwa dana pendidikan dan alokasi lainnya dialihkan demi MBG tapi kami-kami yang di lapangan ini merasakan betul kebalikannya.

Bagi kami omongan dua pejabat itu hanya permainam angka dan kata-kata, karena mudah bagi Purbaya mengatur dana tambahan ke MBG dan kurangi ke sektor lain, karena sebagai kelas vendor baik di bidang telekomunikasi, sipil dan energi, pihak instansi pemerintah mengurangi skala proyek dengan satu alasan yang seragam.

“Efisiensi demi MBG pak” begitu kalimat klise sejak pertengahan 2025 lalu hingga awal 2026 ini.

Padahal ada banyak karyawan dan pekerja-pekerja swasta yang kudu dihidupi termasuk tenaga ahli freelance seperti saya ini.

Percuma rasanya memenuhi undangan presentasi di beberapa kantor instansi ibu kota kalau akhirnya nihil begini dan obrolan dengan beberapa pengusaha juga keluhannya juga seragam, dan di satu sisi kami tidak berani ambil risiko menalangi dulu kegiatan proyek walau ada yang sudah pegang SPK, karena berdasar pengalaman sangat berisiko berbisnis dengan pemerintah yang hobinya ngemplang duit vendor bertahun tahun.

Tapi kabar gembiranya negara kita makin berkibar di luar negeri setelah membayar 17 Trilyun pada paman Trump demi bergabung kedalam club elite nya itu.

MantaB 🥺

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. sy klau punya uang bnyk anak sy sekolahkan sampai jd ahli di bidangnya, bukan buat mkn foya2. perut di isi secukupnya percuma bnyk juga Jd kotoran, tapi otak harus di isi maximal.