Ebuset ternyata sindikat scam internasional ada juga di Jogja, kirain cuma di Kamboja. Jangan-jangan ada juga di kota lain. Bener-bener meresahkan.
Warning banget buat para manula centil yang main medsos agar jangan mudah digombali para scammer.
Biasanya yang menjadi korban adalah ciwi-ciwi kesepian. Terutama gadis tempo doeloe kala alias udah lansia. Mereka mudah digombalin karena kehidupan di dunia nyata tak penuh warna.
So buat ciwi-ciwi, waspadalah selalu. Utamakan galak, judes, dan sengak kepada para inboxer lawan jenis. Kalau sudah terlihat mulai centil, jangan ragu untuk memblokir.
Gak usah ke-GR-an kalau ada yang memuji cantik, keren, cool dll. Itu semua dusta, modus para kadal. Cukup ambil cermin dan sadar diri bahwa kita sudah tua penuh kerutan di wajah.
Btw, para scammer yang diringkus di Jogja ini berpenampilan perlente ala-ala eksekutif muda kantoran. Padahal aslinya mereka para penipu di dunia maya. Biasanya mereka pasang foto profil di medsos sebagai sosok ganteng dengan pekerjaan mentereng. Biasanya ngaku sebagai pilot, eksmud, ekspatriat, chef, trainer dll. Padahal mereka nyomot foto orang lain.
Terus mereka inbox calon mangsanya. Merayu dengan rayuan pulau kelapa so sawiiiiitttt. Setelah mangsanya klepek-klepek, biasanya mereka morotin. Minta transfer uang dengan berbagai alasan. Dan anehnya, si mangsa nurut aja ketika diporotin. Sebuah definisi kegobl*kan hakiki.
So, buat kaum perempuan, jangan takut untuk bersikap galak nan judes. Karena dengan kejudesan itu bisa meminimalisir gangguan para scammer.
Kalau tetep diganggu scammer juga, maka jangan ragu untuk memviralkan. Dengan berani memviralkan, maka para scammer lain akan berfikir 1000x sebelum berani menipu.
Berani sama Mak Lampir lereng Merbabu? Viral idup loe ! 🧟🧟🧟
(Widi Astuti)







Komentar