Dulunya Masjid Terbesar di Dunia

Dulu menjadi mesjid terbesar di dunia. Di menaranya, ilmuwan muslim Abbas bin Firnas mencoba sayap buatannya untuk terbang, bertahan 10 menit sebelum terjerembab ke tanah. Sebuah percobaan yang kelak menginspirasi Leonardo da Vinci.

Tempat ini sekarang dipakai sebagai katedral dengan nama Mezquita-Catedral de Córdoba atau Katedral-Masjid Cordoba, sebuah monumen sejarah di Spanyol yang awalnya merupakan masjid agung Islam (Mezquita) dari abad ke-8, kemudian diubah menjadi katedral Kristen.

Mezquita de Córdoba atau Masjid Agung Córdoba dulunya memang merupakan masjid yang sangat besar, menjadi simbol kejayaan Islam di Andalusia dengan arsitektur Islam yang megah (lengkungan merah-putih ikonik).

Dibangun bertahap sejak abad ke-8 hingga abad ke-10, ukurannya diperbesar berkali-kali, menjadikannya salah satu monumen Islam paling megah dan terpenting, sebelum diubah menjadi katedral Kristen pada tahun 1236 dan mengalami modifikasi lebih lanjut.

Ukuran Raksasa: Pada puncaknya, Masjid Agung Córdoba menjadi masjid terbesar kedua setelah Masjidil Haram di Mekah, mampu menampung hingga 40.000 orang.

Simbol Kejayaan: Merupakan pusat kebudayaan, politik, dan intelektual Islam di Andalusia, menunjukkan kekuatan dan kemajuan Dinasti Umayyah.

Arsitektur Unik: Terkenal dengan lebih dari 800 kolom marmer dan lengkungan merah-putihnya yang ikonik, menciptakan hutan kolom yang memukau.

Transformasi: Setelah jatuhnya kekuasaan Islam di Andalusia pada tahun 1236, diubah menjadi katedral, dengan pembangunan gereja di tengah-tengah masjid.

Warisan Dunia

Masjid Agung Córdoba, yang kini secara resmi dikenal sebagai Masjid-Katedral Córdoba (Mezquita-Catedral de Córdoba), ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984. Pada tahun 1994, status ini diperluas untuk mencakup seluruh Pusat Bersejarah Córdoba.

[VIDEO]

Komentar