Dukhon?

Dukhon?

Assalamualaikum
Sebelum nya maaf ya udh wa.
Maaf mau tny sehubungan dgn ada nya perang? trs skrg juga sedang bln puasa? Apa benar Dhukhon akan dtng saat skrg, maaf bgt aku kan awam.?

โœ๐ŸปUstadz Dr. Ahmad Sarwat:

Pertanyaannya muncul begitu saja di WA saya. Awalnya mau saya cuekin tapi lama-lama saya pikir perlu dijelaskan juga sih biar nggak pada bingung.

Istilah Dhukhon itu disebut dalam Al-Qurโ€™an, yaitu Surah Ad-Dukhan ayat 10:

ููŽุงุฑู’ุชูŽู‚ูุจู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ุจูุฏูุฎูŽุงู†ู ู…ูู‘ุจููŠู†ู

Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut (asap) yang nyata.

Namun ternyata para ulama berbeda pendapat tentang maknanya:

  1. Pendapat pertama (Ibn Masโ€™ud dan sebagian sahabat):

Itu sudah terjadi di masa Nabi SAW, ketika Quraisy mengalami paceklik hebat sampai mereka melihat langit seperti berasap karena kelaparan.

  1. Pendapat kedua (sebagian ulama lain):

Itu adalah salah satu tanda besar kiamat yang akan datang menjelang akhir zaman.

Kedua pendapat ini sudah lama ada dalam kitab-kitab tafsir klasik. Jadi bukan isu baru.

Lantas aakah perang sekarang berarti Dhukhon sudah dekat?

Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa setiap ada perang besar berarti Dhukhon pasti langsung terjadi.

Perang sudah ada sejak zaman dahulu, Zaman Romawi dan Persia, Perang Dunia I dan II, juga Konflik Timur Tengah berkali-kali

Tapi Dhukhon tidak otomatis muncul setiap kali ada perang.

Tanda-tanda besar kiamat itu urusannya Allah. Tidak ada satu pun ulama yang bisa memastikan tanggal atau momentum pastinya.

Lalu karena ini bulan puasa?
Bulan Ramadhan memang bulan penuh peristiwa besar dalam sejarah Islam seperti erang Badar, Fathu Makkah, dan lainnya.

Tapi tidak ada dalil shahih yang mengatakan Dhukhon pasti datang di bulan Ramadhan tertentu karena ada perang.

Kadang yang membuat kita cemas itu bukan dalil, tapi berita yang masif, video viral dan ini yang agak bikin resah yaitu ceramah tokoh tertentu yang hobinya mendramatisir keadaan.

Kadang sudah pakai potongan hadits tanpa konteks.

Itu yang sering bikin hati orang awam jadi gelisah.

Padahal kalau pun Dhukhon datang โ€” itu tetap di tangan Allah.

Dan sikap seorang muslim bukan menebak-nebak waktu kiamat, tapi memperbaiki diri setiap hari.

Nabi SAW ketika ditanya soal kiamat, beliau tidak menjawab โ€œkapanโ€, tapi bertanya balik:
โ€œApa yang sudah kamu siapkan untuknya?โ€

Itu yang lebih menenangkan.

Saya paham banget kenapa pertanyaan seperti ini muncul. Dunia lagi tidak stabil, berita perang di mana-mana, bulan Ramadhan, hati jadi lebih peka.

Tapi jangan sampai kecemasan mengambil alih ketenangan ibadah kita.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *