Duit habis untuk bancakan

Duit Habis untuk Bancakan

✍🏻Tere Liye (novelis, akuntan lulusan UI)

Saya jelaskan biar kita itu pinteeeer dikit. Saya pakai data resmi dari BGN. Saya itu penulis, setiap menulis saya berusaha habis-habisaan pakai data valid, baru dianalisis.

Berapa sih anggaran per porsi MBG? Lihat tabel. Itu sudah detail sekali pembagiannya.

Maka, jika SPPG “Ijo Loreng Pesta Pora”, kebagian jatah 3.000 porsi per hari:

a. Duit yang akan lari ke pemilik dapur –> 6 juta per hari (3.000 x Rp2000). Setahun? Kalikan 300 hari (misal), 1,8 miliar. Ini buat nutup investasi awal. Bikin dapur 2 miliar? Maka jika MBG ada selama Prabowo presiden, 2029 jelas bisa untung total lebih dari 6 miliar. Kalau Prabowo bertahan 2034, tambah cincai.

b. Duit yang lari ke pekerja, tukang cuci ompreng, dll –> 9 juta per hari (3.000 x Rp3000). Setahun? 2,7 miliar. Jika SPPG punya pegawai 50, silahkan hitung sendiri. Kalian guru honorer tdk perlu dengki. Dan pegawai SPPG tdk perlu sombong belagu. Sebanyak-banyaknya buat kalian, itu pemilik dapur lebih banyak dapatnya.

c. Nah, jatah buat murid-murid adalah Rp 8.000 s/d 10.000.

d. Apa artinya? Itu duit, bahkan belum jadi makanan, sudah 1/3 lebih jadi ‘bancakan’. Paham tidak?

e. Dan yang terakhir, Rp 8.000 s/d 10.000 ini betulan jadi makanan bergizi? Roti2 itu betulan segitu?

f. Inilah fantastisnya proyek MBG. Kita tuh ngabisin duit Rp 330 triliun, hanya utk ngasih anak2 makanan dgn jatah Rp 8.000 s/d 10.000. Ya Rabbi, dan itu pun hanya 1x sehari. Kita ngabisin begitu banyak sumber daya keuangan negara hanya demi 1x makan sehari. Dan seolah masalah gizi anak2 selesai? BAH!

Dan sorry banget, 1 potong roti itu paling mahal Rp 2.000 biaya produksinya, di beberapa tempat malah ada yang bisa Rp 1000. “Kami pakai duit sendiri utk nutup beli makanan?” Klaim orang dapur. Ini tuh pernyataan kocak versi dapur. “Kami selalu amanah, demi anak bangsa!” Duh duh, pastikan saja kalian tdk (dan ketahuan) minta komisi ke mitra, kuitansi palsu, dll dsbgnya. Sudah dapat 1/3 loh, masa’ masih kurang?

Jadi, catat sekali lagi, BGN sendiri yg bilang, dari 330 triliun anggaran MBG, maka belum jelas itu akan jadi makanan apa, 111 triliun sdh duluan utk pemilik dapur+pekerja+bla bla. Mengalir deras uang ke yayasan2, pemilik dapur.

*Tere Liye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar