BBC: ‘Everything has changed’: Missile attacks shatter Dubai’s safe haven image
‘Semuanya telah berubah’: Serangan rudal menghancurkan citra Dubai sebagai tempat perlindungan yang aman.

BBC melaporkan: Ketika Will Bailey turun dari pesawat di Dubai pada dini hari Sabtu, seharusnya itu menandai babak baru dalam hidupnya.
Influencer kebugaran dari Inggris ini melakukan perjalanan dengan tujuan memindahkan bisnis pelatihan kebugarannya ke sana dan mendapatkan izin tinggal.
Namun dalam waktu 24 jam setelah kedatangannya, ia mendokumentasikan serangan rudal Iran di beberapa lingkungan paling eksklusif dan ikonik di Uni Emirat Arab (UEA).
“Itu hanya beberapa meter dari kami,” katanya dalam sebuah video yang diunggah ke Instagram, menunjukkan kepulan asap hitam tebal yang naik dari area yang menurutnya adalah salah satu hotel paling bergengsi di Dubai, Fairmont the Palm di Palm Jumeirah yang mewah.
Bailey mengatakan ia sangat terguncang setelah menyaksikan insiden tersebut yang menurut pihak berwenang menyebabkan kebakaran yang melukai empat orang.
Pada hari Sabtu, Iran menanggapi serangan AS dan Israel di wilayahnya, meluncurkan rudal ke arah UEA dan negara-negara Teluk lainnya.
Serangan berlanjut hingga Senin, dengan satu orang dipastikan tewas di UEA.
“Sejak kejadian ini, semuanya berubah,” kata Bailey kepada BBC News. “Sekarang kita berada di tengah-tengah kekacauan yang sedang terjadi.”
Ia mengatakan ia tidak yakin apakah akan melanjutkan rencananya untuk menetap di negara itu sebagai akibat dari perang tersebut.
“Saya tidak yakin apa rencananya; saya tidak tahu apakah saya akan tinggal di sini atau kembali ke Inggris. Saya benar-benar tidak tahu,” katanya.
Selama bertahun-tahun, Dubai telah membangun reputasi sebagai destinasi yang glamor dan menarik bagi para ekspatriat yang mencari peluang bisnis dan berwisata.
Kota ini juga menjadi tempat perlindungan yang aman bagi penduduk di wilayah yang lebih luas yang tidak stabil.
Namun, pemandangan kehancuran dalam beberapa hari terakhir telah mendorong beberapa orang, seperti Bailey, untuk bertanya-tanya apakah mimpi Dubai masih bisa menjadi kenyataan.
Sejak serangan dimulai, influencer lain telah mengungkapkan keterkejutan dan ketakutan mereka atas situasi tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, mantan kontestan Love Island, Arabella Chi, yang berbasis di Dubai, menggambarkannya sebagai “masa yang sangat menakutkan”.
Model dan influencer Inggris, Petra Ecclestone, mengatakan: “Kami datang ke Dubai untuk merasa aman, dan akhirnya kami merasa seperti telah menetap, dan sekarang ini [hal buruk] telah terjadi.”[BBC]
***
Dubai kota terpadat di Timur Tengah, pusat kemaksiatan dan pencucian uang yang biasanya ramai kini berubah menjadi kota hantu.
Serangkaian tindakan balasan dari IRGC tidak hanya menghentikan aktivitas seisi kota, namun juga memaksa pasukan AS lari terbirit-birit.
Evakuasi besar-besaran dilakukan oleh militer AS terhadap personilnya, membiarkan UEA menghadapi serangan Iran sendirian.
Tidak ada satupun upaya dari militer AS untuk mempertahankan Dubai, tindakan pencegatan rudal dan drone Iran sepenuhnya menggunakan sistem pertahanan UEA yang dibeli dari AS.
Biaya pertempuran sepenuhnya dibebankan kepada otoritas UEA, alasannya AS maupun Israel sedang memusatkan perhatian pada pertahanan wilayah Palestina yang diduduki.
Begitulah jika mengangkat zionis sebagai pelindung, tidak ada yang bisa didapatkan kecuali kehinaan dunia dan akhirat.







