
Dr. Ali Abdel Hamid Shaath, seorang pakar teknik sipil terkemuka Palestina, resmi ditunjuk untuk memimpin komite teknokratis yang akan mengelola administrasi Jalur Gaza di bawah Fase Kedua rencana perdamaian Donald Trump. Penunjukan Shaath dikonfirmasi oleh para mediator internasional pada Rabu (14/1/2026), yang menandai transisi penting dari sekadar gencatan senjata menuju tahap rekonstruksi dan demiliterisasi secara sistematis.
Pria berusia 67 tahun kelahiran Khan Yunis Gaza ini merupakan teknokrat senior dengan latar belakang pendidikan doktor (PhD) dalam bidang infrastruktur dan pembangunan perkotaan dari Queen’s University Belfast, Inggris. Sebelum ditunjuk memimpin “Komite Nasional untuk Administrasi Gaza,” Shaath memiliki rekam jejak panjang di pelayanan publik Palestina, termasuk menjabat sebagai Wakil Menteri Perencanaan dan Ketua Otoritas Pelabuhan Palestina.
Berikut adalah poin-poin utama terkait jabatan dan tugas beliau:
- Tugas Utama: Dr. Shaath memimpin komite teknokrat yang terdiri dari 15 anggota profesional untuk mengelola Jalur Gaza pascaperang. Prioritas utamanya adalah pemulihan layanan publik dasar, pembangunan kembali infrastruktur yang hancur (rekonstruksi), dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
- Landasan Operasional: Komite ini beroperasi berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan 20-Point Peace Plan dari Donald Trump. NCAG akan diawasi oleh badan internasional yang disebut Board of Peace yang dipimpin Trump.
- Markas Sementara: Untuk tahap awal, komite ini menjalankan aktivitasnya dari Kairo, Mesir, sebelum nantinya akan pindah langsung ke Gaza guna meluncurkan rencana bantuan darurat.
- Target Waktu: Dr. Shaath memproyeksikan bahwa proses rekonstruksi total untuk mengembalikan Gaza ke kondisi yang lebih baik memerlukan waktu setidaknya tujuh tahun.
Pernyataan Pertama
Dr. Ali Shaath Kepala Komite Nasional Palestina untuk Pengelolaan Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG), secara resmi telah memulai tugasnya. Tindakan pertamanya dalam jabatan adalah menandatangani Pernyataan Misi NCAG, yang mendefinisikan prinsip-prinsip untuk rekonstruksi dan tata kelola Jalur Gaza selama periode transisi.
Dr. Ali Shaath mengumumkan hal ini di halaman media sosialnya pada hari Minggu, 18 Januari 2026.
Berikut pernyataan Dr. Ali Shaath yang diposting di akun X:
“Hari ini, sebagai tindakan resmi pertama saya, saya mengadopsi dan menandatangani Pernyataan Misi NCAG, yang menegaskan mandat pemerintahan dan prinsip-prinsip operasional kami:
Diberi wewenang oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan Rencana Perdamaian 20 Poin Presiden Donald J. Trump, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza berdedikasi untuk mengubah masa transisi di Gaza menjadi landasan bagi kemakmuran Palestina yang langgeng.
Di bawah bimbingan Board of Peace, yang diketuai oleh Presiden Donald J. Trump, dan dengan dukungan serta bantuan dari Perwakilan Tinggi untuk Gaza, misi kami adalah membangun kembali Jalur Gaza bukan hanya dalam infrastruktur tetapi juga dalam semangat.
Kami berkomitmen untuk membangun keamanan, memulihkan layanan-layanan penting yang menjadi landasan martabat manusia seperti listrik, air, perawatan kesehatan, dan pendidikan, serta menumbuhkan masyarakat yang berakar pada perdamaian, demokrasi, dan keadilan. Beroperasi dengan standar integritas dan transparansi tertinggi, NCAG akan membentuk ekonomi produktif yang mampu menggantikan pengangguran dengan kesempatan bagi semua.
Kami merangkul perdamaian, melalui mana kami berupaya untuk mengamankan jalan menuju hak-hak Palestina yang sejati dan penentuan nasib sendiri.“
👇👇







Komentar