✍🏻Hendy Mustiko Aji (WNI di Malaysia)
Di Malaysia, sependek pengamatan di area tempat tinggal saya, gak ada rumah makan yang pake ditutupin tirai segala di bulan Ramadhan.
Meskipun demikian, kalo ada orang yang tampilannya Melayu atau Muslim, lalu secara terang-terangan makan di siang hari Ramadhan, umumnya akan langsung dimarahi dengan nada keras oleh warga lokal.
…bahkan langsung diviralkan di media sosial.
Ini menunjukkan masih ada ghirah/kecemburuan pada agama. Mungkin karena hubungan yg kental antara budaya Melayu dan Islam?
Sebandel-bandelnya anak muda Melayu, kalo mau makan masih malu melakukannya di tempat terbuka.
Di Indonesia saya melihat banyak orang biasa makan di siang Ramadhan tanpa rasa malu.. Bahkan malah dijadikan konten humor di media sosial.. Sedihnya, jarang orang berani langsung memarahi. (*)







Soalnya ormas yg suka sweeping udah dibubarin
Pengusaha rumah makan di sini sepertinya juga kurang kesadaran. Tolonglah selama bulan Ramadan jgn melayani makan di tempat, cukup bungkus saja
Disini terbalik mas…pedagang yg ditegur dan ditindak playing victim seolah tdk bersalah , di medsos jadi viral, netizen bodoh malah bela dia terus buka donasi, wah malah dpt puluhan juta dia