DEMONSTRASI BESAR-BESARAN DI IRAN, AS DAN ISRAEL DI BELAKANGNYA?

Jawaban Google AI: Ya, benar. Sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, Iran dilanda gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh krisis ekonomi yang parah. Hingga 7 Januari 2026, aksi protes ini dilaporkan telah meluas ke setidaknya 285 lokasi di 92 kota di seluruh penjuru negeri.

Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi tersebut:

  • Penyebab Utama: Protes awalnya dipicu oleh kemarahan warga atas hiperinflasi, kenaikan harga pangan, dan anjloknya nilai mata uang Rial hingga ke titik terendah dalam sejarah (mencapai 42 ribu Rial per 1 USD).
  • Perluasan Tuntutan: Meskipun bermula dari isu ekonomi, demonstrasi dengan cepat berkembang menjadi gerakan politik yang menuntut perubahan pemerintahan, dengan slogan-slogan seperti “Matilah Diktator”.
  • Korban Jiwa: Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Laporan aktivis hak asasi manusia (HRANA) menyebutkan setidaknya 36 orang tewas dan lebih dari 2.000 orang ditahan selama sepuluh hari pertama unjuk rasa.
  • Lokasi Penting: Demonstrasi terjadi di kota-kota besar seperti Teheran (termasuk Grand Bazaar), Mashhad, Isfahan, hingga wilayah Ilam.
  • Respon Pemerintah: Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyebut para pengunjuk rasa sebagai “perusuh” dan menuding adanya campur tangan pihak asing (AS dan Israel). Pemerintah juga sempat memberlakukan shutdown atau penutupan layanan di 21 provinsi untuk meredam gejolak.

Situasi ini tercatat sebagai salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Iran sejak tahun 2022.

AS DAN ISRAEL DI BELAKANG DEMO IRAN?

Berikut ulasan dari pengamat internasional, Tengku Zulkifli Usman:

Demonstrasi di Iran belum berakhir, demo yang sudah masuk Minggu kedua ini secara terang terangan didukung AS dan Israel.

Pemerintah Iran sudah melakukan apa seharusnya dilakukan, melakukan dialog dengan para pendemo yang awalnya murni penyampaian aspirasi.

Duduk perkara permintaan demonstran juga sudah disampaikan ke pemerintah Iran, dan pemerintah Iran sudah berdialog dengan unsur unsur penting terkait demo.

Tapi yang tersisa sekarang di Iran adalah barisan pemberontak yang menyusup dalam demo, orang orang ini adalah agen asing, yang banyak sudah ditangkap dan mengakui keterlambatan mereka dengan mossad.

Pemerintah Iran secara resmi telah mengeluarkan sikap melalui lembaga badan peradilan, bahwa setelah ini, para perusuh dari kalangan penyusup ini akan dibersihkan dengan tegas. Selama demo Iran ini, sudah sekitar 30 orang tewas. Baik sipil maupun aparat.

Demo kali ini benar benar dimanfaatkan oleh AS dan Israel, AS dan Israel menyusupkan banyak agen mereka ke Iran untuk melakukan kerusuhan memanfaatkan situasi demo murni.

AS dan Israel menyusupkan orang orang asing lewat perbatasan Irak, yang dimana disana ada pangkalan militer AS yang beroperasi. Penyusupan dilakukan secara profesional, oleh orang orang terlatih dan memahami kondisi lapangan. Dan Iran saat ini sedang dalam proses menangani kelompok ini. Terus melakukan penangkapan di seluruh negeri.

Dukungan resmi yang diberikan oleh AS dan Israel kepada para penyusup kedalam demonstrasi ini membuat pemerintah Iran mengambil tindakan sangat tegas. Statement dari pemerintah sudah clear, siapapun yang melakukan kerusuhan akan dihadapi dengan peluru.

Kalau kita melihat demo kali ini, lanskap dan motivasi nya jauh melenceng, penyusup benar benar melakukan operasi terencana dan terstruktur, dengan dana yang cukup. Dana ini mengalir dari luar. Ini adalah salah satu demonstrasi terbesar dan berbahaya yang pernah dialami Iran sejak revolusi.

Tapi dibalik demo ini, ada persoalan paling mendasar yang sedang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Penggulingan pemerintahan dari dalam setengah berbagai upaya penggulingan selama ini gagal.

Peluang pemerintah Iran memadamkan demo dan menghilangkan ancaman dari luar lewat demo kali ini masih besar. Pemerintah Iran saat ini masih kuat menghadapi demo ini. Kondisi di Iran tensinya juga sudah menurun, tapi penyusup dan perusuh terus berupaya menyalakan api.

Dibalik demo Iran ini, agenda terbesar AS dan Israel adalah menghilangkan rezim Iran, tapi kali ini agak beda, kali ini dan mungkin kedepannya akan semakin serius, karena ini bukan sekedar melengserkan Ali Khamenei, tapi AS sedang menjalankan peta besar nya di Asia Barat.

Setelah Venezuela, Iran adalah negara yang paling berkepentingan bagi AS untuk digulingkan dengan serius, ini karena, para pemimpin AS dan para pemikir strategis mereka mengambil kesimpulan, saat ini waktu yang tepat AS mengklaim kembali hegemoni mereka di Asia Barat. Dan selama Iran masih berdiri tegak, rencana ini akan berantakan.

Setelah Venezuela, Iran harus dilemahkan dan dihancurkan, karena Iran dan Venezuela adalah jalur sutera dagang China dan pengaruh mereka di seluruh kawasan itu. Terutama selat Hormuz nya.

Selama ini, energi dan sumber daya Venezuela mengalir ke China lewat Bab Al Mandeb, Negeria, dan Selat Hormuz, sebelum sampai ke China. Memutus mata rantai ini adalah sangat krusial untuk melemahkan ekonomi China secara global di kawasan itu. Ini masih sama dalam satu paket kebijakan China Containment Policy.

Iran, bukan hanya persoalan nuklir dan persoalan balistik, tapi Iran adalah salah satu nadi ekonomi dan hegemoni China – Rusia disana. Memukul Iran adalah sangat darurat saat ini setelah memukul Maduro.

Tapi yang membedakan Iran dan Venezuela adalah persoalan strategis, Iran negara kuat dengan kemampuan pertahanan dan militer yang mumpuni, plus diikat oleh ideologi yang kokoh dari dalam. Venezuela tidak punya semua itu.

Iran terbukti memiliki daya tahan dan daya menyerang balik, Iran punya kekuatan yang proven in the battlefield. Sudah teruji baik secara langsung maupun lewat proxy proxy nya dikawasan itu. Venezuela tidak punya.

Bukan tidak mungkin Iran digulingkan seperti halnya Venezuela ditumbangkan jika AS bertekad, bukan tidak mungkin rezim Ali Khamenei dilengserkan seperti rezim Maduro. Tapi jika AS dan Israel juga sekutunya berpikir kearah sana. Itu sama dengan AS sedang menggali setengah kuburannya sendiri.

Menggulingkan pemerintahan Iran akan memakan harga GeoPolitik yang sangat mahal secara kawasan maupun secara global, dan harga itulah yang sedang ditimbang timbang oleh AS dan sekutunya. Harga yang saat ini belum mampu mereka pikul.

(*)

Komentar