Oleh: Hendrajit (Analis Global Future Institute)
Saya perlu ingatkan kawan-kawan di DPR bahwa sekarang bussiness is not as usual again. Jadi bukan karena Prabowo. Prabowo pun tunduk pada hukum sejarah baru ini. Segala hal yang mustahil sekarang bisa saja jadi kenyataan.
Maka menyikapi adanya demo 25 Agustus ini pun para anggota dewan harus menanggapinya dengan kepekaan dan rasa nurani yang tinggi. Jangan pakai kata kata yang melecehkan rakyat yang malah jadi provokator.
Pernyataan Ketua DPR Puan Maharani sudah cukup representatif. DPR akan buka pintu lebar-lebar untuk menerima aspirasi publik. Itu kalimat pas. Nggak usah ditambah tambahi oleh anggota anggota dewan lainnya dengan frase kata-kata yang menyulut kemarahan rakyat yang belakangan lagi suntuk kepada DPR (akibat kenaikan gaji/tunjangan).
Kesan saya, sepertinya ada anggota dewan dari circle tertentu yang khawatir jika aspirasi publik melalui gerakan ekstra parlementer bersenyawa dengan para anggota dewan yang berpandangan progresif bakal mendorong terciptanya tatanan nasional baru.
Oleh sebab khawatir, mereka membelokkan isu seakan demo aspirasi publik seakan ada rencana demo membubarkan DPR.







Komentar