Cuma 1 dari 4 Warga AS Dukung Serang Iran, Trump Dianggap Gila Perang

Dukungan publik Amerika Serikat terhadap kemungkinan serangan militer ke Iran ternyata relatif rendah. Survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters bekerja sama dengan Ipsos menunjukkan hanya sekitar satu dari empat warga dewasa AS yang menyetujui langkah tersebut.

Dalam jajak pendapat yang digelar pada 28 Februari hingga 1 Maret dan melibatkan 1.282 responden dewasa, sebanyak 27% responden menyatakan setuju terhadap serangan militer ke Iran. Sebaliknya, 43% responden menyatakan tidak setuju, sementara sekitar 29% lainnya mengaku belum menentukan sikap atau tidak mengetahui pendapat mereka.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa secara umum opini publik di Amerika Serikat masih cenderung skeptis terhadap keterlibatan militer negaranya dalam eskalasi konflik dengan Iran.

Jika dilihat dari afiliasi politik, perbedaan sikap terlihat cukup tajam. Di kalangan pendukung Partai Republik, sebanyak 55% responden menyatakan mendukung serangan terhadap Iran, sementara hanya 13% yang menolak.

Sebaliknya, di kubu Partai Demokrat, dukungan terhadap serangan militer hampir tidak terlihat. Hanya sekitar 7% responden yang menyatakan setuju, sedangkan 74% lainnya menyatakan penolakan.

Sementara itu, di kelompok independen atau responden yang tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu, tingkat dukungan juga relatif rendah. Hanya 19% yang menyatakan setuju terhadap serangan tersebut, sedangkan 44% menyatakan tidak setuju.

Perbedaan pandangan ini memperlihatkan bahwa isu kebijakan luar negeri dan penggunaan kekuatan militer masih menjadi salah satu garis pemisah utama dalam politik domestik Amerika Serikat.

Mayoritas Warga AS Nilai Trump Terlalu Agresif

Survei yang sama juga menyoroti persepsi publik terhadap cara Presiden AS Donald Trump dalam menggunakan kekuatan militer.

Sebanyak 56% warga dewasa AS menilai Trump terlalu sering menggunakan kekuatan militer. Sementara 35% responden menilai kebijakan tersebut sudah tepat, dan hanya sekitar 5% yang menganggap penggunaan kekuatan militer oleh pemerintah masih kurang.

Pandangan ini kembali menunjukkan perbedaan tajam berdasarkan afiliasi politik. Di kalangan Partai Demokrat, sebanyak 87% responden menilai Trump terlalu banyak menggunakan kekuatan militer. Di kelompok independen, angkanya mencapai sekitar 60%.

Sebaliknya, di kalangan Partai Republik, hanya 23% responden yang menilai Trump terlalu agresif. Sebanyak 73% justru menganggap kebijakan militer tersebut sudah berada pada tingkat yang tepat.

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun dukungan nasional terhadap serangan militer ke Iran relatif terbatas, basis politik Trump terutama dari Partai Republik masih memberikan dukungan kuat terhadap pendekatan militer yang ditempuh pemerintahannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. ini seperti kondisi di Indonesia, kalo masalah MBG antara di rakyat biasa dan anggota DPR, pasti kalah rakyatnya, karena di DPR itu penguasa MBG semua.. disana juga gitu, dari survey cuma 1 dari 4 warga, tapi toh di senat pendukung seperti disini 58 eh 57% .. tetep kalah rakyat biasa..