Langkah Kanada menjalin kesepakatan dagang baru dengan China menjadi sinyal kuat perubahan arah kebijakan luar negeri Ottawa. Kunjungan dan kesepakatan yang diumumkan Perdana Menteri Mark Carney itu dinilai sebagai indikasi mulai renggangnya hubungan Kanada dengan Amerika Serikat, mitra dagang terbesarnya selama puluhan tahun.
Dalam kesepakatan tersebut, Kanada sepakat melonggarkan tarif tinggi terhadap kendaraan listrik buatan China yang sebelumnya diberlakukan bersama AS pada 2024. Sebagai gantinya, China akan menurunkan tarif balasan terhadap sejumlah komoditas unggulan Kanada, terutama produk pertanian seperti biji kanola, tepung kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong.
Carney menyatakan dunia telah berubah dan Kanada tidak bisa lagi bergantung pada satu mitra dagang saja. Ia menekankan bahwa kebijakan luar negeri negaranya kini diarahkan pada pendekatan yang lebih realistis dan pragmatis. Bahkan, Carney menyebut hubungan Kanada dengan China saat ini terasa lebih stabil dan dapat diprediksi dibandingkan hubungannya dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Kesepakatan ini langsung memicu reaksi beragam di dalam negeri. Pemerintah Provinsi Saskatchewan menyambut positif langkah tersebut karena para petani kanola selama ini terdampak berat oleh tarif balasan China. Namun, Pemerintah Provinsi Ontario justru melontarkan kritik keras. Provinsi yang menjadi basis industri otomotif Kanada itu menilai pelonggaran tarif kendaraan listrik China berpotensi mengancam lapangan kerja dan melemahkan industri nasional.
Pengamat memperkirakan kebijakan ini akan membuka jalan bagi produsen kendaraan listrik China menguasai sekitar 10 persen pasar Kanada. Kondisi ini dinilai bisa menekan produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat yang tengah memperluas bisnisnya di Kanada. Meski begitu, konsumen diperkirakan akan diuntungkan karena harga kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau.
Dari Washington, respons pun tidak seragam. Perwakilan dagang AS menyebut kesepakatan Kanada dengan China sebagai langkah berisiko dan berpotensi merugikan dalam jangka panjang. Sebaliknya, Presiden Trump justru menyambutnya dengan nada positif dan menyebut bahwa setiap negara berhak mencari kesepakatan terbaik demi kepentingan ekonominya.
Kesepakatan ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan perjanjian dagang Amerika Utara yang kini tengah ditinjau ulang. Ancaman tarif tambahan dan ketegangan dagang dengan AS membuat Kanada mulai mencari jalur alternatif.
Dengan penurunan tarif kendaraan listrik China secara signifikan dan janji pembukaan akses pasar bagi produk Kanada, langkah Carney dinilai sebagai awal penataan ulang besar hubungan dagang negaranya. Sebuah sinyal bahwa Kanada mulai menyiapkan diri menghadapi masa depan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.







Komentar