๐๐ฒ๐-๐๐ฒ๐ ๐๐ข๐ง๐ฒ๐๐ค ๐๐ฎ๐ซ๐๐ก
Oleh: Arsyad Syahrial
Invasi Amrik (USA) ke Venezuela (VEN) menurut pandangan saya akan membuat harga minyak dunia naik.
Pertanyaannya tentu “kenapa”โฆ?
Mari kita bahasโฆ
Jadi “menurut pandangan saya” โ ini mengambil frasanya Pandji โ karena invasi USA ini terbukti UUM (Ujung-Ujungnya adalah Minyak), maka kita harus melihat bagaimana sih kualitas minyak mentah (crude) di sabuk Orinoco-nya VENEZUELA itu?

Crude di Sabuk Orinoco secara teknis diklasifikasikan sebagai “extra-heavy oil”, yang meskipun sangat kental ia masih memiliki sedikit kemampuan untuk mengalir pada suhu reservoir (seperti molase atau kecap yang sangat kental). Ekstraksinya masih menggunakan sumur horizontal dengan terkadang metode “Cold Heavy Oil Production with Sand”.

Crude extra heavy ini seperti namanya memiliki API Gravity yang tinggi dan tentu saja kandungan sulphur dan logam berat yang tinggi pula.
Seperti kita ketahui, standar kualitas bahan crude minyak bumi itu adalah 2 saja, yaitu:
1. โ Kekentalan (viskositas), ini diukur dengan API gravity (biasanya >35ยฐ) di mana semakin encer semakin bagus karena artinya murah biaya penyulingannya.
2.โ โ Kandungan sulphur, ini diukur dengan persentase (biasanya <0,4%) di mana semakin rendah semakin bagus..
Crude yang encer dan rendah kandungan sulfurnya dinamakan sebagai “Light Sweet“, sebaliknya crude yang kental dan banyak kandungan sulfurnya disebut “Heavy Sour“.
“Light sweet crude” ini MAHAL, kita punya lapangan yang menghasilkan crude jenis ini, yaitu lapangan Attaka, di Kaltim yang ditemukan oleh Unocal, lalu diakuisisi oleh Chevron.
Sedangkan jenis “Heavy sour crude” (seperti di Venezuela) ini mahal biaya produksi. Akan ekonomis kalau harga minyak dunia itu di atas USD 60 /barrel. Nah di sini baru kita masuk kenapa “bye bye harga minyak murah”โฆ
Jadi karena fasilitas ekstraksi minyak di VENEZUELA itu yang sekarang sudah banyak yang rusak sehingga kapasitas produksi Venezuela yang tadinya di dekade 2000-an itu mencapai lebih 3 juta Barel per hari, masa sekarang kurang dari โ nya atau hanya sekitar 850 ribu Barel per hari saja sehingga butuh revitalisasi besar-besaran.
Kombinasi lifting cost (biaya produksi) yang mahal (USD 30 /barrel), biaya penyulingan heavy sour crude yang mahal, plus revitalisasi infrastruktur produksi, membuat mereka (baca: oligarki minyak dunia) butuh harga minyak mentah di atas USD 60 /barrel untuk bisa untung saat mereka mengambil alih produksi minyak VENEZUELA ini.
Belum lagi kalau dihitung situasi Geopolitik yang kurang baik untuk negara-negara dengan biaya crude lifting yang sangat murah macam Iran (USD 10 /barrel) dan Russia (USD 12 /barrel).
Soโฆ kalau sekarang harga minyak mentah dunia ada di level USD 57 /barrel, maka akan mereka push ke level di atas itu agar investasi mereka โ ya untuk biaya perang, biaya menyuap pejabat USA, dlsb โ bisa balik modal dengan cepat.
Demikian lintasan pemikiran pagi ini.







Komentar