Orang dekat dan sahabat eks Menteri Agama Yaqut, Islah Bahrawi, mengungkap dugaan keterlibatan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dalam kasus kuota haji Indonesia tahun 2024.
Islah menyebut, Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, justru tidak dilibatkan dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan Islah dalam podcast YouTube Akbar Faizal Uncensored, berdasarkan cerita langsung yang ia dengar dari Yaqut Cholil Qoumas pada 2023, saat Joko Widodo bertemu Raja Salman bin Abdul-Aziz Al Saud untuk membahas tambahan kuota haji.
Menurut Islah, Presiden justru mengajak Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Dito Ariotedjo, yang kini diketahui sebagai menantu pemilik biro perjalanan haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur.
“Kata Gus Yaqut begini ketika itu, bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan 20.000 dari Muhammad bin Salman. Tapi sampai saat ini saya tidak dilibatkan dalam proses itu. Presiden itu yang diajak adalah Dito. Dito mantan Menpora,” kata Islah di podcast.
Selain Dito Ariotedjo, Islah menyebut Presiden juga mengajak Erick Thohir yang saat itu menjabat Menteri BUMN serta Pratikno yang kala itu menjabat Menteri Sekretaris Negara.
Islah juga mengungkap bahwa Yaqut Cholil Qoumas berniat memberikan kesaksian dalam rapat Pansus Haji DPR terkait evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2024, khususnya soal pembagian kuota tambahan 20.000 jamaah yang dinilai tidak sesuai ketentuan.
Namun, rencana tersebut disebut dicegah oleh Presiden Jokowi dengan menugaskan Yaqut menggantikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis. Perjalanan dinas yang awalnya dijadwalkan tiga hari itu diperpanjang hingga 24 hari.
“Putar-putar di Eropa, karena dia belum dapat sinyal untuk segera kembali. Karena kalau dia kembali, dia tetap akan dipanggil oleh Pansus,” ujar Islah.







Komentar