Bukan main,
Lewat pernyataan ini, pemerintah benar-benar menabuh gendang, mengajak netizen berjoget sedemikian rupa ikut menari.
Dalam peraturan resmi, LPDP ke LN itu adalah beasiswa prestasi. Merit-based. Afirmasi memang ada, tapi tetap intinya prestasi. Ngerti nggak arti kata prestasi? Artinya, siapapun yg lolos seleksi, dia berhak. Mau dia anak Elon Musk pun dia berhak.
Nah, jika kamu mendadak menghimbau orang kaya agar tidak ambil beasiswa penuh; sementara peraturannya tidak bilang begitu, peraturannya bilang siapapun boleh daftar, MAKA kamu benar-benar menabuh gendang, agar netizen terus berjoget membahas soal ini. Membuat mereka lupa MBG terus pesta pora, argonya jalan tiap hari, triliun demi triliun mengalir deras.
Kamu membuat netizen punya pembenaran menghujat anak-anak yg sudah lolos secara fair, adil, tapi hanya karena mereka anak orang kaya, mantan pejabat, artis, sekarang jadi sasaran hujatan, tuduhan. Crazy. Apa salah artis saat dia lolos LPDP karena otaknya sendiri, bukan karena Paman Usman.
Sejak 10 tahun lalu LPDP ini ribut-ribut melulu, dan begitulah, 2030, 2040 tetap akan ribut. Karena memang sengaja dibuat begitu konsepnya. Biar ribut.
Kamulah yang tidak bermoral, dan tidak beretika dengan membuat pernyataan begini. Peraturan bilang boleh, kok kamu menghimbau tidak boleh. Padahal kamu itu bos-nya LPDP. Kamu ubah dulu peraturannya sebelum ngoceh.
Saya sungguh ikut bersimpati pada artis2, anak2 pejabat, anak2 orang kaya, yg lolos secara adil, fair, terhormat di seleksi LPDP. Nah, buat netizen yg menuduh mereka lolos karena ordal, KKN, kamu kasih buktinya dong. Anak-anak ini lolos di kampus2 top Eropa, Amerika, dkk, mereka bukan sekelas fufufafa.
*Tere Liye







coba diginiin : DPR kan orang kaya semua, gaji seadanya aja kalo gitu, gak usah ada tunjangan macam-macam … atau gini .. pejabat kan udah punya mobil semua yang bagus-bagus.. ngapain juga ada mobil dinas harga sampai 8 milyar