BUKAN GIBRAN YANG “END GAME”, JUSTRU RISMON YANG “END GAME”

Rismon angkat suara terkait pengajuan Restorative Justice (RJ) yang menggemparkan publik tanah air, lewat akun pribadinya selama kurang lebih 11 menit. Beberapa catatan yang perlu diambil dari klarifikasinya tersebut:

  1. Rismon mengaku menemukan hal baru terkait ijazah Jokowi yang sudah ditulisnya bersama Roy Suryo dan Tifa (JOKOWI WHITE PAPER), yang berbeda dari sebelumnya.
  2. Intinya, meski tak disebutkannya, kalau dulu disimpulkannya ijazah Jokowi palsu, kini Rismon simpulkan ijazah Jokowi asli.
  3. Rismon bersedia presentasi di hadapan Roy Suryo atas temuan terbarunya itu. Entahlah, Roy Suryo bersedia mendengarkan atau tidak.
  4. Rismon sudah menguji dalam satu dua bulan belakangan ini, ternyata hasilnya berbeda dari sebelumnya.
  5. Rismon secara eksplisit meminta maaf kepada Jokowi dan keluarga atas kekeliruan hasil penelitiannya, sebelumnya.
  6. Tak penting apa yang dikatakan orang terhadap dirinya, bagi Rismon kebenaran ilmiah harus di atas segalanya. (Kasihan lihat wajah Rismon yang memelas)
  7. Rismon mengklaim inilah bukti bahwa ia murni penelitian, tak ada kepentingan politik apa pun di belakangnya. Kebenaran ilmiah di atas segalanya.
  8. Rismon sama sekali tak menyinggung terkait laporan terhadap dirinya yang diduga juga berijazah palsu dari Yamaguchi, Jepang.
  9. Rismon juga tak menyinggung atau membatalkan bukunya yang berjudul, “Gibran End Game”, masih berlaku atau tidak; dicabut atau tetap bisa beredar sebagai kebenaran ilmiah.

Kira-kira itulah beberapa catatan yang bisa diambil dari klarifikasi yang diupload Rismon di channel pribadinya, terkait Restorative Justice (RJ), yang sudah diajukannya.

Entah memang begitu adanya atau tidak. Yang jelas, beberapa hari lalu, terkait laporan Andi Azwan bahwa ijazah doktoral Rismon di Yamaguchi, palsu, Rismon masih menganggap ijazah Jokowi palsu. Masih yakin dan tak berubah sedikitpun.

Laporan itu dianggapnya karena pihak Jokowi sudah terpojok, sehingga menyerang dirinya, untuk melemahkan dirinya. Kedua, karena buku yang dibuatnya, Gibran End Game, sudah beredar luas. Dan Rismon tak lupa mengancam balik terkait laporan palsu yang dilakukan Andi Azwan.

Jadi, bagaimana terkait Pak Kasmudjo, pengakuan mantan Rektor UGM Sofian Effendi, masalah KKN, terkait KRS dan KHS, skripsi, yang begitu getol diusut Rismon, apakah menguap begitu saja? Dalam video klarifikasi berdurasi 11 menitan itu, semua tak dijelaskan lagi.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. artinya..ijasah rismond sendiri juga palsu. Padahal sebenarnya bisa diadu aja sih, kalopun sama2 d hukum, Mukidi harusnya lebih berat karena dia gunakan ijasah palsunya untuk mendapat jabatan tertinggi d pemerintahan. Hanya saja posisi rismon kalah, karena dia bukan siapa2. dia akan dihukum duluan bahkan sblm ijasah Jokowi d periksa. uang dan kekuasaan lah yg akhirnya menang.

  2. Begitulah sunatullah perjuangan.. ada banyak penghianatan yg menyertai yg disebabkan kesalahan² sendiri hingga kesalahan itu dipakai buat menyerang balik sudah tidak ada pembelaan lagi. never retret mas Roy, dr. Tifa….