Minako Saigo (seorang ibu bergelar PhD di bidang Pendidikan, pernah menjabat selama 5 tahun sebagai presiden PTA di sebuah sekolah dasar di Kota Kyoto), menceritakan saat dirinya diundang acara ifthar/bukber Ramadan di Islamic Center Kyoto, Jepang.
“Saya diundang oleh Masjid Pusat Kyoto, yang selama ini sedikit demi sedikit saya ajak berinteraksi. Masjid itu berada di gedung sebelah kantor saya.
Umat Muslim berkumpul di malam hari saat Ramadan (puasa siang hari) untuk berbuka puasa (Iftar). Saya diundang ke pertemuan yang sangat penting ini.
Saya merasa gugup apakah pantas bagi saya, seorang non-muslim, untuk berada di sana, tetapi suasanan saat shalat benar-benar “bebas”. Beberapa orang berdiri dengan bayi di gendongan mereka, dan anak-anak bermain, membuat gaduh. Rupanya, bagaimana seseorang berpartisipasi dalam salat sepenuhnya terserah mereka.
Kemudian, setelah makan kurma, kami menikmati makan malam dan hidangan penutup.
Suasananya benar-benar damai, dan sepertinya tidak ada yang keberatan dengan kehadiran saya (😁).
Dan kemudian, saya bertemu secara tak terduga dengan orang-orang dari Iran dan Palestina…! ! Saya akan posting lagi nanti.”







gimana anak2 Jepun tdk maju/ unggul kepsek SD nya bergelar PhD