Bro,
Orang-orang itu (“yang tidak ingin Indonesia maju”) ada di sekitarmu.
Duduk bersama di ruang-ruang rapatmu.
Tersenyum lebar saat bertemu denganmu.
Menjabat mesra penuh cinta tanganmu.
Tidak usah jauh-jauh mencarinya.
Boleh jadi,
Ada yang nyaru jadi Wamen
Ada yang nyaru jadi Menteri
Ada yang nyaru jadi staf-staf
Ada yang nyaru jadi relawan
Bahkan ada yang nyaru jadi buzzer
Tidak usah jauh-jauh mencarinya.
Dari dulu,
Bukankah begitu ‘wisdom‘-nya
Para perusak, para pengganggu
Orang2 bajingan pengkhianat itu
Memang ada di sekitar2 kita saja
Bukankah begitu buku2 lama menulis?
Bukankah begitu guru2 terbaik mengajarkan?
Jadi, Bro
Berhentilah mencari antek aseng
Berhentilah mencari kambing hitam
Ngapain jauh sekali mencari di luar sana?
Mulailah bersih-bersih di sekitarmu
Yang paling lantang memuji
Boleh jadi dialah yg tidak ingin Indonesia maju
Ssst,
Dan itu tidak susah loh
Coba lihat saja track record-nya
Orang2 yg pernah memakimu dulu
Benar2 mencacimu dulu, serendah2nya
Dan sekarang menjilat luar biasa
Memelukmu mesra seolah teman dekat tiada tara
Ayolah, pakai logika, orang2 ini tulus betulan?
Bersihkan, Bro!
Ringankan tim-mu
Agar lincah dan efektif
Pun beri amunisi sebesar2nya ke KPK
Biarkan lembaga ini mengaum seperti 10 tahun lalu
Sadap, awasi, kuntit semua pejabat2mu
Kita betulan ingin bersih2, bukan?
Maka hanya tersisa cara2 ekstrem.
Sungguh,
Akan selalu ada pihak-pihak yang
Tidak ingin Indonesia maju.
Dan orang2 ini bukanlah yang
Pasang bendera bajak laut.
Bukanlah yang jejeritan demo minta keadilan
Bukanlah yang kritis sana-sini
Melainkan: para koruptor.
Yang selembar kertas pun mereka jadikan
Ajang pesta pora korupsi.
Apalagi saat bahas proyek, proyek dan proyek.
Bro,
Renungkanlah,
Para pengkhianat ini ada di sekitarmu.
(Tere Liye)







Komentar