BREAKING: Harga minyak mentah telah melonjak $111

Harga minyak mentah telah melonjak tajam melewati ambang batas psikologis $100 per barel pada hari ini, 9 Maret 2026, akibat eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Berikut adalah rincian terkini mengenai harga dan penyebab lonjakan tersebut:

Status Harga Terkini (9 Maret 2026)

  • WTI (West Texas Intermediate): Diperdagangkan di sekitar $107,06 per barel, melonjak lebih dari 16% dari harga penutupan hari Jumat sebesar $90,90.
  • Brent Crude: Patokan internasional ini sempat menembus angka $110 – $111 per barel segera setelah pasar dibuka kembali pada Minggu malam, sebelum stabil di kisaran $101,19 pada Senin pagi.
  • Tren Mingguan: Harga minyak mentah AS telah mencatat kenaikan mingguan sebesar 35,6%, yang merupakan kenaikan terbesar dalam sejarah kontrak berjangka sejak tahun 1983.

Faktor Utama Lonjakan Harga

  • Blokade Selat Hormuz: Kekhawatiran utama pasar adalah terhentinya lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi 20-30% pasokan minyak dunia, setelah ancaman Iran untuk membakar kapal tanker yang melintas.
  • Ketegangan Geopolitik: Serangan militer AS dan Israel terhadap situs nuklir Iran memicu kekhawatiran akan gangguan produksi jangka panjang di Timur Tengah.
  • Gangguan Pasokan Regional: Menteri Energi Qatar memperingatkan bahwa seluruh produksi energi Teluk Persia bisa terhenti jika konflik tidak segera mereda, yang berpotensi mendorong harga ke arah $150 per barel.
  • Short Squeeze: Lonjakan harga juga dipercepat oleh fenomena short squeeze, di mana para spekulan yang sebelumnya bertaruh harga akan turun terpaksa membeli kembali kontrak minyak dengan cepat untuk membatasi kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *