BoP ini benar-benar lelucon jahat.
Dipimpin oleh negara yang sangat pro Israel; para anggota disuruh iuran, konon buat Gaza, & disuruh kirim pasukan untuk jagain Gaza.
Tapi, si pelaku penghancuran Gaza ga dihukum, dibiarkan melanjutkan penghancuran, dan ga perlu ikut iuran.
Pemerintah Israel secara resmi menyatakan menolak untuk membayar iuran keanggotaan pada Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza sebesar kurang lebih US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17 triliun.
Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi tersebut:
- Alasan Penolakan: Menteri di Kementerian Keuangan Israel, Zeev Elkin, menyatakan bahwa Israel tidak akan ikut mendanai rekonstruksi Jalur Gaza. Israel mengklaim dirinya juga merupakan korban serangan dari kelompok pejuang Palestina, sehingga merasa tidak berkewajiban membayar iuran tersebut.
- Dukungan Amerika Serikat: Keputusan Israel ini dilaporkan telah disetujui oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang merupakan pemrakarsa dewan tersebut. Trump setuju bahwa Israel dapat bergabung dengan BoP tanpa harus membayar iuran rekonstruksi.
- Kewajiban Negara Lain: Berbeda dengan Israel, negara-negara partisipan lain (termasuk Indonesia) tetap diharapkan memberikan kontribusi dana yang ditujukan untuk stabilisasi dan pembangunan kembali wilayah Palestina. Hal ini memicu kritik mengenai adanya “standar ganda” dalam pengelolaan dana perdamaian tersebut.






