Malam sudah larut ketika sebuah bom tandan yang dilesatkan Iran menembus langit-langit apartemen pasangan lanjut usia di Israel. Bom itu meledak di ruang tamu kecil mereka, menewaskan keduanya.
Jejak lintasan bom masih terlihat jelas di antara puing puing berdebu. Sebuah lubang besar di langit-langit unit apartemen mereka yang berada di lantai teratas menandai titik saat bom itu menghantam.
Lubang-lubang serpihan di dinding belakang menunjukkan dahsyatnya ledakan yang menghancurkan bagian depan apartemen.
Di dalam, sebuah alat bantu jalan tergeletak di lantai, tertutup debu dan reruntuhan.
“Kami mendengar tiga kali suara pencegatan (rudal) yang keras, tapi pada yang keempat, kami tahu itu rumah kami,” kata Sigal Amir, tetangga korban yang sedang berlindung saat ledakan terjadi.
“Ledakannya sangat dahsyat dan saya merasakan sakit di telinga akibat hantaman,” ujarnya.
“Tetangga kami tinggal lima meter dari siniโpintu mereka terlepas dan seluruh rumah dipenuhi debu seperti salju.”
Ia menambahkan, pasangan lansia itu tidak berada di ruang perlindungan ketika bom jatuh karena salah satu dari mereka memiliki keterbatasan gerak.
Israel mengeklaim, sebagian besar serangan Iran dapat dicegat sistem pertahanan udara.
Namun, bom tandan menyebar di area luas dan jauh lebih sulit ditangkal, bahkan ketika rudal pembawanya ditembak jatuh.
Seiring berjalannya perang, Iran semakin sering menggunakan jenis amunisi ini.
“Di sini Anda bisa melihat titik masuk roket yang terbang jauh dari Iran dalam sebuah rudal besar, lalu terpecah menjadi puluhan bagian,” kata juru bicara militer Israel, Letkol Nadav Shoshani, saat meninjau lokasi.
“Ada puluhan titik hantaman seperti ini di Israel tengah.”
Meski rudal yang membawa bom tandan berhasil dicegat, menurutnya, setiap rudal mengangkut 20 hingga 80 submunisi yang “sangat sulit dihentikan”.
Ketika kami berada di lokasi, sebuah alarm kembali meraung, memperingatkan adanya rudal baru. Sigal, sang tetangga, segera memanggil kami masuk ke ruang aman miliknya.
Sejauh ini, 14 orang tewas di Israel akibat serangan Iranโsembilan orang di antara mereka tewas sekaligus dalam satu serangan di Bet Shemesh pada hari-hari awal perang.
Operasi militer ASโIsrael terhadap Iran telah menghancurkan instalasi militer, fasilitas minyak, dan infrastruktur lain di seluruh negeri.
Di sisi lain, gempuran Iran ke Israel tidak berhenti. Sirene di Israel terus berbunyi siang dan malamโmemaksa warga masuk ke tempat perlindungan.
Penggunaan bom tandan oleh Iran mulai membuat sebagian warga Israel yang telah lelah perang bertanya-tanya kapan dan bagaimana konflik ini akan berakhir.
“Sejujurnya, dalam beberapa hari terakhir saya mulai sedikit kehilangan harapan,” kata Sigal saat kami berlindung di ruang aman.
“Saya merasa ini tidak ada ujungnya, tidak ada arahnya, kami tak bisa melihat cahaya di ujung terowongan. Kami harus bertahan, tapi saya tidak yakin berapa lama lagi, atau ke mana semua ini akan membawa kami.” (KOMPAS, BBC Indonesia)
๐๐







semua akan membawa kalian menuju keputus asaan & NERAKA JAHANNAM
kalian semua akan berakhir di NERAKA JAHANAM kalau tidak segera bertaubat
kelakuan kalian sangat menjijikan
balik lagi lu Sono …tinggal di eropa..
ngapain lu rebut tanah air orang Palestina
mereka rasakan senjata yang hampir mirip dengan yang mereka gunakan untuk bunuh orang Palestina