Bisa aja netizen

“udah mau puasa, nahan laper sm haus insyaallah bisa, nahan buat ga maki-maki pemerintah ini yang susah,” cuit netizen X @jenostalker.

“Lah maki2 pemimpin yang dzalim itu sekuat kuatnya iman, Insyaallah ga bikin batal puasa malah nambah pahala,” komen @KyuremOn.

Bener juga….

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”

(HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam riwayat lain,

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ سئل أيُّ الجهادِ أفضلُ قال كلمةُ حقٍّ عند سلطانٍ جائرٍ

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ditanya jihad manakah yang paling utama? Beliau menjawab: “Mengucapkan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”

Hadits sahih ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan lainnya.

Hadits ini menegaskan bahwa menyampaikan kebenaran, menasihati, atau mengoreksi pemimpin yang zhalim adalah bentuk perjuangan tertinggi karena adanya risiko tinggi dari penguasa tersebut.

Abu Daud Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistani membawakah hadits ini dalam kitab sunannya pada Bab “Al Amru wan Nahyu”, yaitu mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran.

Abu ‘Isa At Tirmidzi membawakan hadits di atas dalam Bab “Mengingkari kemungkaran dengan tangan, lisan atau hati”.

Muhammad bin Yazid Ibnu Majah Al Qozwini membawakan hadits di atas dalam Bab “Memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran.”

Begitu pula Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin membawakan hadits ini dalam Bab “Memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran”, beliau sebutkan hadits ini pada urutan no. 194 dari kitab tersebut.

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran termasuk jihad.

2- Menasehati pemimpin yang zalim termasuk jihad

3- Jihad itu bertingkat-tingkat, ada yang lebih utama dari yang lain.

4- Bolehnya berhadapan dengan pemimpin yang zalim ketika ia berbuat zalim dengan mengajaknya pada kebaikan dan melarangnya dari kemungkaran.

Komentar