Berapa harganya? Mbuh. Berapa yang dilaporkan ke BGN? Mbuh

SPPG itu tidak bikin roti sendiri. Mereka pesan ke mitra.
Pun berbagai jenis makanan lain. Mereka pesan ke mitra.

Berapa harganya? Mbuh. Berapa yg dilaporkan ke BGN? Mbuh.
Bagaimana pengawasan pembuatan rotinya? Mbuh.
Bagaimana gizinya? Mbuh.
Kandungan gula, garam, dll? Mbuh.
Kedaluwarsa, tengik, dll? Mbuh.

Syukur2 rotinya memang betulan bergizi, bisa membuat anak tumbuh 180 cm. Tapi jika jamuran, dll? Mbuh.

(Tere Liye)

*video dari medsos; sy bantu repost hal2 begini, agar semakin banyak yg ngeh situasi ini. 335 triliun duit dihabiskan, murid2 itu berhak sekali dapat yg terbaik. bukan pemilik dapurnya yg dapat terbaik.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Di fb ada akun pengusaha roti yg speak up,dia jual roti abon harga normal 5000 dgn bahan berkualitas. Tapi SPPG minta harga perbuahnya 2000-3000 dgn dalih pessen banyak sampai ribuan. Ya jelas aja ditolak