Banyak berita disebarluaskan: “Ayatullah Mojtaba Khamenei tu kaya raya, banyak duit & properti, diambil dari hasil minyak Iran.”
Sebenarnya, prinsipnya: si penuduh yang bertanggung jawab untuk kasih bukti. Kalau media Barat menuduh sesuatu tentang Iran, pertanyaan paling sederhana sebenarnya cuma satu: mana buktinya?
Tapi, media Barat & anti Iran, alih-alih membawa bukti saat menuduh, kalo kita cermati beritanya, sering muncul istilah seperti: “linked to”, “sources familiar with the matter”, atau “diduga terkait”. Bahkan sumbernya anonim. Itu bukan bukti ilmiah, itu hanya klaim.
Berita dari CNN di atas ternyata sumbernya dari ND TV (jaringan TV India).
Media Barat Bloomberg yang menuduh Ayatollah Mojtaba Khamenei punya “imperium properti global” juga sumbernya anonim.
Sejarah sudah memberi pelajaran. AS selalu pakai fitnah untuk menggulingkan rezim yang tak ia kehendaki. Tahun 2003 dunia diyakinkan bahwa Irak punya senjata pemusnah massal. Irak dihancurkan. Setelah itu? Senjata tersebut tidak pernah ditemukan. Metode fitnah juga dipakai AS di Afghanistan, Libya, dan Suriah, Venezuela..dll.
Balik lagi ke Ayatullah muda ini. Faktanya, banyak sumber valid justru menggambarkan Ayatollah Mojtaba hidup sederhana seperti ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dan Imam Khomeini. Dalam sistem wilayat al-faqih, integritas moral adalah syarat mutlak untuk menjadi pemimpin (tercantum di UUD).
Beda jauh dengan demokrasi liberal, dimana sosok yang jelas tidak bermoral, pedofil, mencari uang dengan mengeksploitasi perempuan, bisa saja jadi presiden.
Jadi, kalau sedang baca berita soal Iran, sikap paling sehat: jangan telan mentah-mentah narasi media Barat dan Anti-Iran. Tuntut bukti. Baca konteks geopolitiknya.
(Dina Sulaiman)







makanya jgn telen mentah2 berita dari kantor berita/ perusahaan jaringan yahudi.
elu juga min jgn ikut nyebar hoax dari mereka..