✍🏻Firmansyah Djibran El’Razy
Akhir akhir ini mereka sibuk menggali hadits-Hadits eskatologi (Dajjal dan al-Mahdi) dengan menyebut beberapa kota seperti Tehran, Esfahan, Khorasan dan lain lain.
Pertanyaan saya, mereka itu sudah pernah tinggal dan mengunjungi kota kota yang mereka sebutkan??
Atau hanya sekedar mendengar tapi tidak tahu letak geografis dan tradisinya detail seperti apa??
Jangan sok tahu ya, sebab selama saya 7 tahun belajar di Iran, saya mungkin satu satunya mahasiswa yang berkeliling seluruh Iran, Irak dan Afganistan termaksud Pakistan hanya untk mendata ulama ahlussunah di wilayah tersebut.
Jarak Esfahan ke Tehran saja itu 5 jam perjalanan naik mobil itu lumayan jauh, mengapa sampai bisa dikatakan itu jantung ibu kota Iran?
Adapun wilayah Khorasan itu meliputi Iran, Turkmenistan dan Afghanistan hanya saja secara teritorial provinsi yang mencantumkan nama khorasan itu adalah Iran (Afganistan dan turkmanistan tidak mencantumkan walau mereka masuk dalam pemetaan geografi lama). Bahkan iran membagi menjadi Khorasan Utara (North Khorasan), Razavi Khorasan, Khorasan Selatan (South Khorasan).
Tapi saya tidak ingin berspekulasi karena semuanya masih dalam tataran Zanni tentang Pasukan Al-Mahdi baik dari versi syiah maupun sunni.
Tapi, kalau berbicara pengalaman wilayah Khorasan ini sedikit flashback karena Aba Luthfi bin Yahya pernah memerintahkan untuk mendata makam ulama ahlussunah di Iran dan saya sebagai kader NU di Iran langsung sampaikan ke beliau dan dari semua pengalaman saya mengelilingi seluruh dataran persia raya itu hanya Khorasan ini yang pengalaman yang paling pahit menurut saya sekaligus menantang (selain saya pernah ke Afganistan mendata makam Imam Ar-Razi) juga Imam Shahrastani ini juga sangat susah karena naik gunung melewati Padang pasir yang tandus tapi mashallah masyarakat di sekitar perbatasan (iran-turkmenistan) itu begitu baik sampai menyediakan tempat buat untuk menginap. Dan Qadarullah, saya bisa menemukan dan mendata makamnya. Imam Abdul Karim Shahrastani.







