BENAR! SERANGAN IRAN KE ISRAEL BUKAN UNTUK PALESTINA, TAPI KENAPA ISRAEL MENGINCAR IRAN?

Mengatakan bahwa serangan Iran ke Israel bukan untuk membela Palestina itu benar, dan mengatakan bahwa Iran bertindak demi kepentingan negaranya sendiri juga benar, tapi pernyataan itu dalam tataran normatif saja.

Dalam kacamata realitas geopolitik kekinian, saya ulangi, realitas geopolitik kekinian, jawabannya tidak sesederhana itu.

Iran secara konsisten dipersepsikan oleh Israel dan AS sebagai ancaman keamanan utama di kawasan.

Ini bukan asumsi saya pribadi, melainkan posisi yang berulang kali dinyatakan dalam dokumen keamanan dan pernyataan resmi Israel dan AS sendiri.

Ada beberapa faktor yang membuat Iran diposisikan sebagai ancaman:

Pertama, program nuklir Iran yang oleh Israel dianggap sebagai ancaman eksistensial. Israel memiliki doktrin keamanan yang tidak mentolerir potensi kemampuan nuklir dari negara musuh.

Kedua, posisi ideologis rezim Republik Islam Iran yang secara terbuka menyatakan permusuhan terhadap Israel, ideologi ini yang direpresentasikan secara nyata melalui proxy – proxynya.

Ketiga, jaringan pengaruh regional Iran yang memperluas tekanan strategis terhadap Israel.

Dibandingkan negara-negara Teluk, Iran memang dipandang paling konfrontatif secara militer dan ideologis. Itu sebabnya ketika Israel menyebut Iran sebagai ancaman utama, itu bukan glorifikasi terhadap Iran, melainkan pembacaan terhadap cara Israel sendiri mengkategorikan ancamannya.

Perlu ditegaskan, menyatakan bahwa Iran adalah aktor negara yang paling konfrontatif terhadap Israel di kawasan saat ini bukan berarti membela akidah Syi’ah, juga bukan menghapus catatan berdarah peran Iran di Suriah.

Dalam struktur kekuatan regional, Iran saat ini sebagai salah satu penyeimbang terhadap dominasi militer Israel.

Apakah itu berarti semua kebijakan Iran benar? Tentu tidak. Ini bukan bicara soal dukung mendukung. Hari ini dua kekuatan yang sama sama memiliki ambisi di kawasan sedang berperang.

Kalau saya pribadi tentunya berharap perang ini menghancurkan fasilitas fasilitas pertahanan Israel karena itu berdampak langsung pada saudara kita di Gaza, di Tepi Barat dan untuk kawasan Timur Tengah pada umumnya.

Kehancuran fasilitas pertahanan Israel juga berdampak pada keamanan Suriah, yang mana hari ini ancaman nyata di Suriah itu Israel yang masih menduduki sebagian wilayah Suriah. Kapanpun Israel masih berpotensi menyerang pemerintahan Suriah yang baru jika dianggap ancaman bagi Israel, dan itu sudah terjadi selama 2025 kemarin.

Iran terlibat dalam jatuhnya korban jiwa sipil di Suriah iya itu fakta, tapi ancaman nyata yang sudah dirasakan oleh pemerintah Suriah saat ini pengaruh Israel di sebagian wilayah Suriah.

Tulisan ini tidak sedang membela Syiah, tidak sedang mengagungkan Iran, dan tidak sedang merelatifkan konflik Suriah. Tulisan ini hanya berusaha menempatkan konflik Iran Israel dalam bingkai realitas geopolitik yang bisa diverifikasi, bukan sekedar retorika emosional.

✍🏻Kang Irvan Noviandana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *