AYATULLAH ALI KHAMENEI, PEMIMPIN BESAR YANG MENOLAK TUNDUK PADA PENJAJAHAN

AYATULLAH ALI KHAMENEI, PEMIMPIN BESAR YANG MENOLAK TUNDUK PADA PENJAJAHAN

Oleh: Zuhairi Misrawi (Dubes Indonesia untuk Tunisia)

Kabar syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, akhirnya diumumkan secara oleh salah satu stasiun resmi Pemerintah Iran. “Pemimpin Tertinggi Iran, pelanjut kepahlawanan Imam Husein telah menjadi martir, syahid, wafat di jalan Allah SWT”.

Di Iran, setiap orang ingin menjadi syahid. Dan, pastinya, sosok terdepan yang ingin agar menjadi syahid adalah AYATULLAH ALI KHAMENEI. Sebab itu, kepahlawanannya akan menjadi cahaya bagi perjuangan Iran untuk menegakkan keadilan dan menentang kebatilan.

Saya beruntung, dalam perjalanan hidup, bisa berjumpa, berbincang, melihat, dan mendengarkan pesan-pesannya dari dekat di kediamannya yang sangat sederhana di Tehran. Seketika, ingatan saya menuju pada kesederhanaan Rasulullah SAW dan keluarganya. Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei memimpin dengan tutur kata yang lembut dan tindakan yang penuh keteladanan. Pemimpin yang selalu menekankan pentingnya berpegang teguh pada prinsip, nilai, dan akhlak mulia.

Di saat semua negara memilih tunduk pada tekanan penjajah, Ayatullah Ali Khamenei memilih untuk teguh pada pendirian, bahwa katakan yang benar adalah benar, meski pahit, sebagaimana diajarkan Imam Ali bin Abi Thalib. Iran di bawah kepemimpinannya berpijak pada ilmu pengetahuan, kesetiaan pada kebenaran, dan tegaknya akhlak mulia.

Dalam perang 12 hari melawan AS-Iran pada bulan Oktober 2025 lalu, Ayatullah Ali Khamenei memimpin Iran dengan heroisme dan pesan profetik, bahwa umat Islam harus berdiri tegak melawan penjajahan. Iran berhasil memporak-porandakkan penjajah yang selama ini tak tersentuh dan bertindak semena-mena. Inilah karya terbesar Ayatullah Ali Khemenei.

Ada banyak legasi penting lainnya perlu dikenang di bawah kepemimpinan sosok penting di Iran dan dunia Islam. Ayatullah Ali Khemenei memimpin langsung sebuah jalan titik-temu Sunni-Syiah. Di tengah upaya narasi pemecah-belahan dua poros penting dunia Islam, Ayatullah Ali Khemenei setiap tahun menggelar forum besar persatuan umat Islam melalui “Taqrib al-Madzahib al-Islamiyyah bayn al-Sunnah wa al-Syi’ah”. Beberapa kali saya hadir langsung forum besar dunia ini. Ada ketulusan agar umat Islam memahami perbedaan secara bijaksana dan mencari jalan persamaan untuk kemajuan bersama.

Ayatullah Ali Khemenei mengeluarkan fatwa para pengikutnya untuk menghormati Siti Aisyah dan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Bahkan, jika ada ulama Iran yang menghina dan merendahkan Siti Aisyah dan para sahabat Nabi, makan langsung mendapat sanksi tegas, hingga menjadi tahanan rumah dan dilarang memberikan ceramah umum.

Menurut saya, langkah bijaksana Ayatullah Ali Khemenei ini merupakan ikhtiar penting untuk membangun persaudaraan umat Islam, sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita semua saat merajut persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar setelah hijrah ke Madinah.

Puncak dari kepemimpinannya, yaitu keteguhannya dalam menentang penjajahan. Hingga akhir hayatnya, Ayatullah Ali Khemenei memilih untuk melawan penjajahan dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan memimpin langsung diplomasi yang setara. Almarhum adalah penerus kepahlawanan Imam Khomeini, sosok penting dalam Revolusi Islam Iran 1979.

Api perlawanan dan kebijaksanaan Ayatullah Ali Khemenei akan selalu menyala dan berkobar dalam sanubari generasi muda Iran dan dunia Islam. Kesyahidannya akan selalu dikenang sebagai sosok yang berani berkata benar di hadapan ketidakadilan.

Mari kita kirimkan al-Fatihah, tahlil, dan doa terbaik atas kesyahidan sosok besar yang telah mengajarkan pentingnya menegakkan prinsip, nilai, dan akhlak mulia.

*sumber: fb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *