AS Tekor Rp 425 Triliun dalam 18 Hari Perang Iran

Hanya dalam 18 hari sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dimulai pada 28 Februari lalu, Pentagon dilaporkan telah menghabiskan lebih dari Rp 425 triliun. Angka fantastis ini memicu kekhawatiran besar di kalangan Kongres AS dan pasar global.

Menurut data briefing Pentagon yang bocor dan dikutip New York Times, Reuters, serta Center for Strategic and International Studies (CSIS), biaya operasi militer “Operation Epic Fury” sudah mencapai kisaran US$ 25 miliar atau setara Rp 423–425 triliun (kurs Rp 16.950–17.000). Hanya dalam enam hari pertama, Amerika sudah menggelontorkan US$ 11,3 miliar. Angka melonjak tajam menjadi US$ 16,5 miliar di hari ke-12, dengan rata-rata pengeluaran harian mencapai hampir US$ 900 juta di fase awal.

Sebagian besar dana tersebut terkuras untuk munisi presisi, serangan rudal Tomahawk, operasi kapal induk, dan pengisian ulang stok senjata yang cepat menipis. Beberapa analis memperingatkan bahwa inventori senjata Amerika mulai tertekan berat, sementara serangan balasan Iran terus berlangsung.

Biaya perang ini setara dengan hampir dua pertiga dari total anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia sepanjang tahun 2026. Padahal pendapatan pajak federal AS per tahun “hanya” sekitar US$ 5,2–5,3 triliun, sehingga pengeluaran 18 hari ini mencapai hampir 0,5% dari seluruh penerimaan pajak tahunan.

Efek domino pun langsung terasa. Harga minyak dunia terus melambung, rupiah tertekan, dan Bitcoin justru rebound ke atas US$ 75.000 karena investor mencari “safe haven digital” di tengah ketidakpastian geopolitik yang semakin liar.

Pemerintahan Trump disebut-sebut sedang mempersiapkan permintaan dana darurat tambahan puluhan miliar dolar lagi ke Kongres. Pertanyaan besar kini muncul berapa lama Amerika mampu membiayai perang mahal ini sebelum benar-benar kehabisan napas.

Konflik yang awalnya disebut sebagai operasi cepat ini kini berisiko menjadi lubang hitam fiskal baru bagi superpower dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar