Yang sedang difokuskan oleh AS dan Israel saat ini adalah, bagaimana demo di Iran tidak boleh berhenti, dan demo harus terus berjalan.
Pemerintah Iran saat ini memang secara signifikan telah mengontrol situasi di lapangan, tapi demo terus berlanjut walaupun skalanya sudah mengecil. AS dan Israel berkepentingan demo ini terus berlanjut.
Trump dalam pernyataan terbarunya meminta warga Iran untuk tidak berhenti berdemo, dan AS akan segera mengirim bantuan kepada pendemo. Ini adalah motivasi langsung kepada para pendemo.
Sikap Trump yang sangat ingin intervensi di Iran saat ini adalah tekanan dari Netanyahu dan lobby Israel di AS, hal ini sudah disampaikan oleh Netanyahu saat dia berkunjung ke gedung putih akhir tahun lalu.
Iran terus struggle untuk meredam demo ini sampai tuntas, sekarang Iran tidak punya pilihan kecuali memadamkan demo dengan tuntas dan cepat. Karena kalau demo ini berlarut-larut, maka akan sangat memberikan celah kepada AS dan Israel.

Utusan khusus Trump Steve Witkoff segera menjadwalkan pertemuan dengan Reza Pahlevi, anak pemimpin Iran masa lalu Muhammad Reza Pahlevi yang sekarang menetap di Maryland. Pahlevi Jr ini adalah aset AS dan Israel sejak ayahnya digulingkan Khomeini 1979 lalu. Aset untuk membuat kerusuhan di Iran.
Pertemuan Steve Witkoff dengan Pahlevi kalau mau dianalisa adalah bagian dari pengakuan Trump yang gagal mendongkel pemerintahan Iran saat ini.
Pertemuan ini sebenernya awalnya di setting dengan Trump langsung, bukan dengan Witkoff. Tapi setelah melihat pemerintah Iran masih kuat, Trump hanya mengirim utusannya saja menemui Pahlevi. Trump hanya akan bertemu Pahlevi jika dia yakin pemerintahan Iran bisa ditumbangkan.
Netanyahu saat ini dengan semua kekuatan lobby Israel di AS sedang berupaya keras meyakinkan Trump untuk mengambil tindakan militer atas Iran. Sesuatu yang sekarang belum diputuskan final oleh gedung putih. Karena khawatir balasan Iran akan sangat keras jika AS melakukan aksi intervensi militer.
Yang kemungkinan dilakukan AS saat ini adalah melakukan serangan cyber, atau paling maksimal adalah melakukan serangan kembali ke fasilitas nuklir Iran babak dua. AS akan berpikir ulang jika mau melakukan intervensi militer langsung seperti yang mereka lakukan di banyak negara lain.
Semua masih tergantung situasi di lapangan, jika demo ini tidak segera padam di Iran, maka akan membuka celah intervensi AS dan Israel, tapi jika demo segera padam, dipastikan AS dan Israel tidak akan mengambil tindakan apapun terhadap Iran. Ini sekali lagi tergantung situasi di Iran dalam waktu sepekan kedepan.
Pemerintah Iran telah berulang kali mengatakan, bahwa sikap pemerintah Iran sangat jelas. Apapun aksi dan upaya tindakan militer dari AS atau Israel akan dijawab dengan balasan skala penuh, seluruh aset AS di seluruh kawasan akan menjadi legitimate target dan juga Israel akan diserang kembali oleh Iran dengan lebih keras melebihi waktu perang 12 hari Juni tahun lalu.
Ketua parlemen Iran Baqir Qalibaf misalnya mengingatkan, bahwa upaya intervensi militer AS ke Iran akan dijawab dengan serangan skala besar ke seluruh aset AS di seluruh kawasan itu. Qalibaf juga menekankan bahwa 90 juta warga Iran siap bergerak melawan AS dan Israel dalam situasi ada intervensi militer.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani misalnya mengatakan bahwa Donald Trump terlalu banyak bicara dan gak usah dipikirkan, jika AS ingin menyerang Iran maka Iran akan membalas. Sesimpel itu katanya.
Menlu Iran dalam pernyataan terbarunya juga menyampaikan, bahwa Iran siapa berperang, jika AS mau menguji dan melakukan test terhadap Iran, maka test saja. Kata Menlu.
Perang retorika yang panas seperti ini membuktikan bahwa tensi situasi sedang ada di puncak, jika saja AS nekat melakukan intervensi militer, maka dipastikan seluruh kawasan itu akan terjadi perang total tanpa bisa dihindari.
Trump dan Netanyahu sebenarnya sadar, mencongkel pemerintahan Iran sama dengan membakar seluruh kawasan, tapi bagi Israel, ini saat yang tetap untuk menarik AS dalam perang ini secara total. Karena kalau Trump sudah bukan presiden AS lagi, hampir tidak ada lagi orang yang nekat mau menyerang Iran.
Netanyahu memanfaatkan kepemimpinan AS saat ini yang dikendalikan oleh orang-orang kelainan mental dan pedophile seperti Trump atau orang orang psikopat disamping Trump seperti Rubio, Hegseth, Pompeo, dll. Ini kalau kita mau mengkaji dari sisi psikologis politik. Netanyahu paham betul cara main catur di dalam circle elit politik AS.
Iran saat ini juga telah menghubungi semua negara tetangga, mengingatkan bahwa jika negara tetangga Iran atau negara arab lainnya membantu AS atau Israel dalam situasi mereka melakukan intervensi militer, maka Iran akan menyerang negara itu tanpa kecuali.
Iran juga memberitahu Irak, untuk menutup perbatasan dengan Iran dan menjaga perbatasan dengan Iran dengan seksama, agar tidak ada milisi bersenjata yang disusupkan AS ke wilayah Iran.
Keputusan Trump yang baru saja menjatuhkan sanksi dagang 25% kenaikan tarif kepada negara manapun yang berbisnis dengan Iran, adalah salah satu sinyal lain, bahwa AS berpikir sulit menggulingkan rezim Iran lewat militer. Maka jalur ekonomi akan kembali ditempuh untuk melemahkan Iran.
Semua eskalasi ini akan menuju puncak dalam waktu dekat, situasi akan sangat dinamis, AS dan Israel terus memantau kondisi ril di Iran, jika pemerintah Iran bisa survive dan tegak kali ini, maka akan semakin sulit bagi AS dan Israel untuk menjatuhkan rezim Iran dimasa masa mendatang.
(Tengku Zulkifli Usman)







Komentar