Arogan, koboi dan suka ngeles. Agak bahaya lama lama

PERNYATAAN PURBAYA “SAYA BISA MENGUATKAN RUPIAH DALAM SEMALAM” menuai kritik sejumlah pihak.

Salah satunya dari akun X @Strategi_Bisnis:

Bapak ini makin lama makin ajaib. Beliau cenderung blaming BI (sikap yg jg tidak bijak).

Padahal faktor utama rupiah melemah adalh defisit APBN yang jauh diatas target. Dan defisit ini ya urusanmu pak. Fiskal disiplin.

Arogan, koboi dan suka ngeles. Agak bahaya lama lama.

Rupiah makin melemah karena Thomas Djiwandono (ponakan Prabowo) dikabarkan masuk BI. Bisa berdampak pada independensi BI.

Tapi kunci utamanya defisit APBN. Kalau tahun ini tembus diatas 3% ya wasalam. Rupiah bisa ancur ke 18.000.

Defisit saat ini 2,9%.

Pasar akan mulai panik saat defisit diatas 3%.

Sumber defisit karena Anggaran jumbo.

Tapi Pendapatan Pajak tak sesuai harapan.

Penerimaan Pajak turun karena booming harga batubara sudah lama selesai.

Tahun 2022 dan 2023 penerimaan pajak on fire karena harga batubara naik 9 kali lipat, terheboh sepanjang 100 tahun.

Saat harga coal drop ke harga normal ya penerimaan pajak ikut drop.

Batubara itu amat sangat berperan bagi keuangan negara kita. Saat harga booming, defisit APBN pasti rendah.

Saat harga batubara anjlok, defisit APBN cenderung naik.

Anggaran jumbo juga jadi faktor. Anggaran yg boros wajib dipangkas.

Kondisi keuangan negara RI bergantung pada commodity cycle.

Saat harga batubara dan palm oil bagus, maka pendapatan pajak pasti bagus. Defisit berkurang.

Saat harga batubara dan palm oil anjlok, penerimaan pajak pasti turun. Akibatnya defisit melebar.

Komentar