Ape lu

Rumah subsidi yang dulu diresmikan Jokowi kini menjadi kompleks perumahan mati.

Program rumah bersubsidi dibangun untuk membantu kalangan masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah.

Peresmian Perumahan Villa Kencana Cikarang di Bekasi, Jawa Barat, pada 4 Mei 2017 oleh Jokowi menjadi simbol program sejuta rumah itu.

RUMAH subsidi adalah program Presiden Joko Widodo pada periode pertama pemerintahannya. Hal ini bertolak dari masalah serius bahwa banyak keluarga berpenghasilan rendah sulit memiliki rumah karena harga dan cicilannya tak terjangkau. Mereka akhirnya hidup dalam rumah sewa yang sempit, rumah kontrakan, bahkan di hunian tidak layak huni.

Harga properti di kota besar dan daerah penyangga makin melambung, sementara gaji buruh atau pekerja menengah bawah tidak pernah sebanding dengan nilai cicilan perumahan komersial. Karena itu, program satu juta rumah menyediakan rumah harga murah di bawah Rp 150 juta, uang muka rendah, cicilan terjangkau, dan syarat ringan.

Peresmian Perumahan Villa Kencana Cikarang di Bekasi, Jawa Barat, pada 4 Mei 2017, menjadi simbol program tersebut. Jokowi meresmikan ribuan unit rumah yang bisa ditempati dengan hanya membayar uang muka 1 persen—sekitar Rp 1,4 juta—dan cicilan kurang dari Rp 1 juta per bulan. Tawaran itu pun terdengar seperti pintu masuk menuju mimpi bisa memiliki rumah sendiri meski bergaji standar buruh pabrik. Gagasan sejuta rumah itu pun disambut dengan sukacita.

Namun ternyata fakta di lapangan tak seindah gagasan yang sudah begitu matang di atas kertas. Belakangan ini, masyarakat dikejutkan oleh berita media mengenai kondisi Villa Kencana kini yang memprihatinkan. Alih-alih menjadi kawasan padat penghuni dengan wajah perumahan rakyat yang layak, kompleks perumahan itu terbengkalai. Tanaman liar menyerbu tanpa ampun, cat dinding rumah memudar, pintu rumah copot, jendela hilang, bahkan ada unit yang mulai roboh sebagian. Hanya segelintir rumah yang benar-benar ditempati.

(Sumber: TEMPO)

Komentar