Apa sih dosanya?
by TERE LIYE
Saya mulai kesal melihat kasus ini. Lebay.
Coba dijawab pertanyaan sederhana ini: “Apa sih dosa dari orang ini saat anaknya jadi WNA? Dia nyuri? Dia korup? Dia zolim?”
1. Tapi kan dia sudah terima beasiswa dari Indonesia, pakai duit negara
Iya, itu betul. Sama dengan 19 juta penerima kartu pra kerja, Rp 68 triliun ngocor. Sama dengan penerima beasiswa bidikmisi. Sama dengan penerima bansos, bantuan gaji, PPh ditanggung negara, ribuan triliun selama 20 tahun terakhir. Pakai duit negara semua. Ratusan juta rakyat netek ke anggaran negara. Coba saya tanya, mana sumbangsih mereka ke negara dari minimal 2.000 triliun dana-dana ini 20 tahun terakhir?
2. Tapi kan dia jelek-jelekin Indonesia
Duh, yg jelek-jelekin Indonesia itu adalah yang korupsi, bancakan uang rakyat lewat proyek-proyek. Yang nepo baby. Yang nyuap, nyogok.
Hanya karena dia bilang, cukuplah saya saja yg WNI, itu sih pendapat dia.
Yang lain kan banyak nggak sependapat. Selesai.
Tapi korup, dkk, itu bukan cuma pendapat, itu tuh betulan jelekin Indonesia.
3. Tapi kenapa dia harus pamer, validasi, bla bla
Wah wah, saya sungguh sedih jika kamu sok bijak pakai argumen ini. Kenapa? Karena kamu jugaaa haus validasi. Coba cek deh akun medsos masing-masing. Kamu pengen eksis, haus perhatian juga bukan? Kalian itu bukan Tere Liye, yg 20 tahun terakhir tdk posting foto/video wajahnya. Nah, jika belum bisa kayak Tere Liye, nggak usah nge-judge orang lain suka pamer, haus validasi, dll. Kita saaja masih pelaku. Ehem, wah asyik, sy bisa nyombong di tulisan ini. Sengaja sih.
Saya tidak suka lihat penerima LPDP ini bikin video receh, bawa-bawa anaknya. Itu tuh seharusnya privacy, eh dia malah lebay. TAPI, respon orang-orang, pejabat, tokoh-tokoh, netizen, sorry banget, juga super LEBAY.
Coba pikirkanlah. Kita itu jangan-jangan secuil pun tidak pernah mengkritik MBG, KMP, fufufafa, Paman Usman. Tidak pernah bahas Kartu Pra Kerja, pelemahan KPK, kerusakan lingkungan dan semua isu penting di negeri ini; eeeh giliran kasus video LPDP ini, kita bahas berkali-kali. Coba cek deh akun medsos masing-masing, bercermin.
“Apa sih dosa dari orang ini? Apakah dia nyuri? Korup? Zolim?” Jika iya, masukkan ke penjara. Jika tidak? Duh, abaikan saja video haus validasinya. Bahas tuh MBG, KMP.
*Tere Liye







ibu ini berusaha sarcasm, tapi banyak yang tidak menerim dengan baik .. padahal gak jauh beda dengan gerakan “..kabur aja dulu”
Setuju sih, dg ngomongin si ibu malah cuma bikin ghibah saja, apalagi bulan puasa, dosanya jg dilipat-gandakan tahu? Kalo ngomongin MBG, teriak2 kritik pemerintah dana yg dikucurkan nggak sesuai dg realita di lapangan, itu malah bisa berpahala sama dg jihad. Kata Rasul SAW sebaik2 jihad itu menasehati penguasa dzalim. Begono sih mnrt sy …
Saya justru setuju sama ibunya, jadi seorang indon akhir-akhir ini sangat berat, belum lg beban mental malu sama bangsa lain karena sistem, pejabat, birokrasi bobrok semua.
Belum rakyat juga yg IQ setara gorila, memang gak semua sih, tapi rata-rata.
Klau sy kurang setuju dengan ibu ini, kita boleh tdk suka dengan pemerintahan nya, tapi jgn juga menjelekkan Negara sendiri.
Ya buat introspeksi ga papa dong om
( Emang rezim yg mimpin Indon juga belum dpt yg bagus)