Apa beda Ngantuk dan PTOSIS?


Apa beda Ngantuk dan Ptosis?

Ngantuk itu episodik
Ptosis itu persisten

Mari kita bedakan dengan jujur dan jernih.

Ngantuk itu episodik
Artinya:

  • Datang dan pergi
  • Hilang setelah tidur
  • Wajah berubah setelah stimulasi
  • Tidak konsisten di semua situasi

Ptosis itu persisten
Artinya:

  • Menetap
  • Konsisten lintas waktu
  • Tidak banyak berubah meski konteks berganti

Apa yang terlihat pada Gibran, adalah kondisi yang persisten di berbagai situasi: debat, pidato, wawancara, acara resmi.

Ini bukan fenomena satu malam kurang tidur. Ini adalah pola.

Dan dalam Ilmu Neuroscience, pola tidak boleh diabaikan.

Ngantuk tidak punya pola.

Jadi, ketika seorang Dokter menyatakan seseorang menderita Blefaroptosis, atau Ptosis, maka langkah yang harus dilakukan oleh Dokter tersebut adalah: berikan saran untuk segera diobati!

Karena Ptosis adalah penyakit yang berhubungan dengan kerusakan psikoneurologis. Kerusakan yang berkaitan dengan jiwa dan saraf.

Jadi, yang seharusnya dilakukan negara adalah: obati kerusakan itu, jangan malah buru-buri dikasih jabatan.

“Dokter Tifa punya saran apa?”

Saran saya bukan diobati dulu. Saran saya, dia ini ikut Kejar Paket C.
Agar punya ijazah SMA.

(@DokterTifa)

Komentar