Angelina Jolie Kunjungi Perbatasan Rafah, Soroti Krisis Kemanusiaan Gaza dan Blokade Israel

Salah satu icon Hollywood yang juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan, Angelina Jolie mengunjungi perlintasan Rafah di perbatasan Mesir–Gaza pada Jumat (2/1/2026).

Ia menyoroti kondisi kemanusiaan yang kian memburuk di wilayah tersebut di tengah musim dingin dan akses bantuan yang tersendat oleh kontrol Israel.

Rafah—satu-satunya pintu Gaza ke negara luar—masih tertutup bagi pergerakan orang dan bantuan, meski berulang kali diminta untuk dibuka, tapi Israel tetap menolak.

Dalam kunjungannya, menurut laporan Associated Press, Jolie bertemu perwakilan Bulan Sabit Merah di sisi Mesir dan menyambangi rumah sakit di kota Arish untuk berbicara dengan pasien Palestina, menurut pejabat Mesir.

Jolie—yang selama lebih dari dua dekade menjadi utusan khusus badan pengungsi PBB hingga 2022—terus mengadvokasi perlindungan warga sipil dan akses kemanusiaan di zona konflik.

Kunjungan itu terjadi saat Gaza memasuki awal 2026 dengan gencatan senjata Israel–Hamas yang rapuh.

Meski pemboman skala besar menurun, korban masih berjatuhan akibat tembakan di sekitar garis kendali Israel, dan krisis kemanusiaan diperparah oleh cuaca dingin, hujan berkepanjangan, serta kekurangan hunian layak.

Kehadiran Angelina Jolie di Rafah bukanlah sekadar kesempatan berfoto—ini adalah sebuah protes.
Dengan berdiri di penyeberangan Rafah, bertemu dengan para pekerja bantuan, pengemudi truk, dan warga Palestina yang terluka di Al-Arish, ia secara terbuka mengutuk pengepungan itu sendiri.

Menentang blokade berarti menentang kejahatan yang dimungkinkannya: kelaparan, hukuman kolektif, dan penderitaan massal warga sipil.

Ini penting karena Jolie bukanlah orang baru dalam perjuangan ini. Jauh sebelum keberanian di media sosial menjadi tren, ia menghabiskan puluhan tahun di garis depan sebagai seorang humanitarian—memilih pengungsi daripada karpet merah, akuntabilitas daripada keheningan. Kehadirannya mengatakan apa yang akhirnya banyak orang berani katakan dengan lantang: Gaza dicekik dengan sengaja.

Dan jangan salah—ini adalah titik balik. Hollywood tidak lagi takut pada Zionisme. Mantra intimidasi sedang patah. Ketika seseorang dengan kedudukan globalnya berdiri melawan blokade, itu menandakan bahwa narasi sedang bergeser—dan kebenaran sedang menang.

Komentar