Berdasarkan laporan terkini per 11 Maret 2026, Amerika Serikat mengalami kerugian besar dalam operasi militer terhadap Iran yang dimulai sejak akhir Februari 2026. Angka kerugian peralatan militer dan biaya operasional dalam beberapa hari pertama dilaporkan sangat tinggi.
- Kerugian Peralatan Militer: AS diperkirakan kehilangan peralatan militer senilai hampir US$2 miliar (sekitar Rp33,8 triliun) dalam empat hari pertama operasi militer terhadap Iran sejak Sabtu (28 Februari 2026).
- Penyebab Kerugian Terbesar: Salah satu kerugian signifikan adalah rusaknya sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, yang bernilai sekitar US$1,1 miliar akibat serangan rudal Iran.
- Kerugian Tambahan: Tiga pesawat F-15E Strike Eagles dilaporkan hilang akibat insiden friendly fire (tembakan kawan sendiri) oleh pertahanan udara Kuwait, dengan biaya penggantian mencapai US$282 juta.
- Biaya Operasional: Laporan menyebutkan biaya sepekan pertama bisa mencapai lebih dari US$6 miliar, bahkan beberapa sumber menyebutkan total biaya operasional dan peralatan rusak dalam 10 hari telah menembus angka lebih dari US$10 miliar.
- Proyeksi Total: Analis memperkirakan biaya langsung bisa mencapai US$40-95 miliar, dengan potensi kerugian ekonomi global total menembus US$210 miliar.
Konflik ini melibatkan serangan udara oleh AS dan Israel yang menargetkan situs-situs di Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di wilayah Teluk.






