Sahur merupakan waktu makan sebelum terbit fajar sebagai persiapan menjalani puasa Ramadan. Bagi umat Islam, sahur bukan hanya soal mengisi energi fisik, tetapi juga momen ibadah yang penuh keutamaan. Di waktu inilah seorang Muslim bisa memadukan persiapan jasmani dan rohani sekaligus.
Menghidupkan sahur dengan amalan sunnah akan menambah nilai ibadah puasa. Tak sekadar makan dan minum, sahur dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih keberkahan yang berlipat.
Berikut sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan saat sahur agar ibadah Ramadan semakin sempurna.
1. Mengakhirkan Waktu Sahur
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersahur karena di dalamnya terdapat keberkahan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
Dalam riwayat lain dari Zaid bin Tsabit RA, jarak antara sahur Nabi dan salat Subuh kurang lebih setara dengan membaca 50 ayat Al-Qur’an.
Hikmah mengakhirkan sahur:
- Tubuh memiliki cadangan energi yang lebih optimal.
- Mengurangi rasa lapar dan haus di siang hari.
- Memanfaatkan waktu sepertiga malam terakhir yang mustajab untuk beribadah.
Tips praktis:
- Pasang alarm lebih awal agar tidak terburu-buru.
- Siapkan menu sahur yang sederhana namun bergizi.
- Beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum imsak.
2. Memperkuat Niat Puasa
Niat menjadi pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan memperbarui niat saat sahur:
- Menegaskan bahwa puasa dilakukan semata karena Allah SWT.
- Menghadirkan kesadaran dan tanggung jawab dalam beribadah.
- Menguatkan hati agar tetap istiqamah sepanjang hari.
Niat cukup di dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
3. Makan Secukupnya dan Tidak Berlebihan
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 31:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Manfaat makan secukupnya saat sahur:
- Pencernaan bekerja lebih baik.
- Menghindari rasa kantuk berlebihan.
- Melatih kesederhanaan dan pengendalian diri.
- Menjaga kebugaran selama berpuasa.
Saran menu sahur:
- Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal).
- Protein (telur, ayam, tempe).
- Sayur dan buah kaya serat.
- Hindari makanan terlalu berminyak, pedas, atau manis berlebihan.
Makanlah perlahan dan berhenti sebelum terlalu kenyang.
4. Memperbanyak Doa
Waktu sahur termasuk momen yang baik untuk berdoa. Allah SWT berfirman dalam QS. Ghafir ayat 60:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
Dalam hadis riwayat Tirmidzi juga disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak.
Keutamaan berdoa saat sahur:
- Memohon kekuatan menjalani puasa.
- Mengharap ampunan atas dosa.
- Menggantungkan segala urusan kepada Allah SWT.
- Mengharap keberkahan dalam rezeki dan aktivitas.
Berdoalah dengan khusyuk, sebutkan hajat secara jelas, dan tutup dengan pujian kepada Allah serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
5. Membaca Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Membaca kitab suci di waktu sahur menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Manfaat membaca Al-Qur’an saat sahur:
- Pahala dilipatgandakan.
- Hati menjadi lebih tenang.
- Keimanan semakin kuat.
- Mendapat petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Luangkan beberapa menit setelah sahur untuk membaca dengan tartil dan memahami maknanya. Jika belum lancar, bisa mendengarkan murattal dari qari yang fasih.
6. Bersedekah
Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.
Sementara dalam riwayat Muslim ditegaskan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah.
Hikmah bersedekah:
- Membersihkan harta.
- Mengundang keberkahan rezeki.
- Menumbuhkan empati kepada sesama.
- Menghapus kesalahan-kesalahan kecil.
Sedekah bisa berupa uang, makanan sahur untuk orang lain, atau bantuan kepada tetangga dan kerabat. Lakukan dengan ikhlas tanpa mengharap balasan.
Doa Sebelum Makan Sahur
Sebelum makan, dianjurkan membaca doa:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaa bannaar.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa api neraka.”
Doa Setelah Makan Sahur
Setelah selesai makan, bacalah doa berikut:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
Latin: Alhamdulillahi ladzi ath’amanaa wa saqaanaa wa ja‘alanaa minal muslimiin.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk orang-orang Muslim.”
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi, disebutkan bahwa siapa yang membaca doa setelah makan dengan penuh kesadaran, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Penutup
Menghidupkan sahur dengan amalan sunnah menjadikan waktu singkat sebelum Subuh terasa lebih bermakna. Tidak hanya memberi kekuatan fisik untuk berpuasa, tetapi juga memperkaya sisi spiritual.
Semoga kita diberikan kemampuan untuk memaksimalkan sahur sebagai ladang pahala, memperbaiki diri, serta meraih keberkahan Ramadan hingga akhir. Aamiin.






