5 Blunder KSAD Maruli

5 Blunder Maruli

by : Budi Saksono

Sebetulnya saya tidak habis pikir bin heran kenapa kita bisa punya KSAD yang seperti Maruli ini mengingat pentingnya jabatan tertinggi di Angkatan Darat ini dimana lazimnya dijabat oleh jenderal-jenderal yang memang punya kelas intelektual mumpuni selain level pengalaman manajerial dan tingkat literasi terbaik.

Sebut saja seperti jenderal AD Tyasno Sudarto, Endriantono Sutarto, Pramono Edhie Wibowo atau A.H Nasution misalnya yang memiliki wibawa dan sikap elegan sesuai pangkat dan jabatannya.

Namun keheranan ini agak menjadi maklum mengingat Maruli ini adalah masih bagian dari orang-orang Jokowi aka “gank Solo” yang dititipkan jokowi pada Prabowo sesuai “Traktat MRT” dimana Jokowi yang habis masa jabatannya itu akan mengerahkan seluruh elemen pendukungnya untuk memenangkan Prabowo dengan syarat menitipkan satu gerbong gank Solo mulai dari anaknya sendiri (Gibran), ajudannya (Tedy I W), Kapolrinya (Listyo S P), Panglimanya (Agus Subianto), Kasadnya (Maruli Simanjuntak), MenKeu (SMI) dan menteri-menterinya dari Projo seperti Budi Arie dll.

Belum titipan lain dari Nasdem, PAN dan Golkar maka tak salah juga sebetulnya bila Prabowo membentengi jabatannya dengan orang-orangnya yang anda sudah paham sendiri.

Jadi sebetulnya pemerintahan ini setengahnya masihlah pemerintahan Jokowi yang dipimpin Prabowo namun dengan kendali-kendali khusus yang tetap dikomando dari Solo.

Khusus Maruli posisinya cukup strategis sebab selain jenderal kepercayaan Jokowi selain Agus Subianto ia juga mantu dari Luhut BP sang jenderal merangkap “Perdana Menteri” nya Jokowi yang kerajaan bisnisnya juga terkait dengan keluarga Jokowi dimana semua perusahaan LBP ini pasti terkait kerjasama dengan semua perusahaan Gibran dan Kaesang di semua lininya yang tentu saja ada sambungannya juga dengan kepentingan Maruli diantaranya.

Cukup patenlah posisi Maruli kan sudah orangnya Jokowi eh mantu kesayangan Luhut pula kan maka tak heran pangkatnya pun dikebut.

Cuma akhirnya masyarakat melihat betapa kacaunya pemahaman dan pengetahuan bapak satu itu disaat kondisi penanganan bencana Sumatra terlihat dari pernyataan dan pemikirannya yang bikin orang tergelak dari presiden sampai rakyat biasa pun tertawa olehnya.

Diantaranya :

1. Pembangunan jembatan Aramco katanya padahal harusnya jembatan ArmCo.

    Sampai pak Prabowo pun meledeknya “anda punya saham berapa di Aramco?”

    Bagi yang belum tahu Aramco itu perusahaan minyak terbesar di dunia patungan Arab Saudi dan Amerika makanya dinamakan Aramco (Arab-America Coorporation) semacam Pertaminyanya Arab sedang ArmCo adalah model jembatan darurat pendamping Bailey yang berbentuk gorong gorong melingkar.

    Sebetulnya Bailey pun kurang tepat dalam kondisi darurat bencana karena seharusnya pada kondisi demikian lebih urgent jembatan ponton yang bisa digelar dalam hitungan jam daripada bailey yang butuh satu minggu pengerjaan.

    2. Pulsa buat Starlink

      Tak perlu kita bahas lagilah ini bikin malu aja bahkan anak buahnya pun menahan tawa.

      Padahal saya sendiri juga memasang unit-unit Starlink di beberapa Kodim dan Korem diperbatasan dengan PNG bahkan sistem manajemen tempur dari Cijantung lha kok bisa KSADnya ngomong kayak gitu? Aduuuh….

      3. Baut

        Ini yang paling menasional sampai-sampai ahli sipil dan anggota DPRD Aceh meninjau ke lokasi dan ternyata ada kesalahan teknis pemasangan baut pada konstruksi.

        Lagipula semua lokasi jembatan bailey yang baru dipasang itu siang malam selalu dijaga tentara di kedua ujungnya dan masyarakat sendiri sangat berkepentingan pada jembatan itu jadi sangat tidak logis ada masyarakat mencuri baut disana.

        Kemungkinan anggota yang memasang sudah kelelahan akibat diburu waktu terus mengerjakan jembatan di beberapa titik dan sebagian bukan dari pasukan zeni. Itu lebih masuk akal.

        4. Tentara Cuma Dikasih Makan

        Awalnya dalam rapat anggaran penanganan bencana dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bapak itu (KSAD) mengajukan penambahan anggaran dengan alasan “tentara cuma dikasih makan dilapangan”, ketika Purbaya sedang mencerna hal ini, Kepala BNPB Letjen Suharyanto buru-buru membantah hal ini bahkan menjelaskan ada anggaran buat setiap anggota TNI yang dikerahkan ke lokasi bencana dari dua pos anggaran yaitu anggaran uang makan 45ribu/orang dan uang lelah 120rb/orang, jadi tiap prajurit mendapat 165rb/hari dikali 40 hari (hingga hari ini) dikali 49.000 anggota jadi 8 milyar lebih perharinya yang harus dikeluarkan Menkeu.

        Dipaparkannya data ini Maruli pun terdiam.

        5. Sumur Bor 150juta

          Maruli meminta biaya 150juta buat satu sumur kepada Prabowo.

          Pengajuan ini justru membuat Prabowo kaget tapi kagetnya karena menurut beliau “lho kok murah”. Dalam hal ini kita harus maklum bapak ini sejak lahir tidak pernah jadi orang bawah apalagi orang susah beliau tidak tahu kalau uang 15 juta saja sudah cukup untuk sumur artesis bahkan dengan kedalaman lebih 100 meter walau Kapuspenad berusaha menjelaskan bahwa ini sumur bor dengan kapasitas besar.

          Oke bolehlah itu argumennya tapi apa perlu seperti dan semahal itu mengingat yang dibutuhkan masyarakat sebetulnya lebih ke pembersihan sumur-sumur yang sudah ada saja daripada membangun sumur baru. (Itu yang disampaikan masyarakat ke team saya).

          Disisi lain saya pun pernah membantu kawan yang menggalang dana buat pembuatan sumur bor di Gunungkidul Yogyakarta yang ternyata ada jaringan yang langsung dapat dari uang pribadi bapak yang sekarang jadi presiden ini dengan pesan “jangan bilang ini dari saya”. Artinya bapak ini (Prabowo) memang tidak tahu harga normal sumur bor dan sering ditipu penjilat penjilat disekelilingnya.

          Nah…

          Jadi dari lima blunder Maruli ini apa menurut anda ini sudah cukup atau dia akan bikin blunder blunder lagi selanjutanya.

          Dan apakah kamu setuju dia dan semua gerbong Jokowi gank Solo ini harus segera diganti ?

          Monggo…

          Selamat isnin pagi.

          (Sumber: fb Budi Saks)

          Komentar