Ada 5 Alasan Saya Menjadi Muslim
Pertama, Nabi Muhammad. Beliau bukan hanya seorang manusia, tetapi sebuah gerakan. Saya mempelajari kehidupannya. Beliau disebut Al-Amin, yang dapat dipercaya, jauh sebelum kenabian. Beliau memimpin dengan penuh kasih sayang, hidup dengan rendah hati, dan tetap tidak tercemari oleh kekuasaan. Tidak ada skandal, tidak ada kontradiksi, hanya karakter yang konsisten di depan umum dan secara pribadi.
Kedua, Al-Quran. Tidak berubah, tak tertandingi. Anda dapat membaca teks asli bahasa Arab hari ini, ayat yang sama, ritme yang sama, pesan yang sama. Tidak ada penulisan ulang, tidak ada versi 2.0, tidak ada kontradiksi, hanya sebuah buku yang dihafal oleh jutaan orang yang penuh dengan ketelitian linguistik dan pola yang masih membingungkan para sarjana hingga saat ini.
Ketiga, satu pencipta. Tidak ada kebingungan, tidak ada trinitas, tidak ada drama ilahi, tidak ada hierarki surgawi, hanya satu Tuhan, kekal, tak terlihat, dan berkuasa mutlak.
Keempat, logika yang tertanam, bukan iman buta. Islam tidak meminta Anda untuk mematikan otak, tetapi mengajak Anda untuk bertanya, merenung, dan mencari ilmu. Satu pencipta, tanpa sekutu, tanpa perantara. Ibadah bersifat langsung dan setiap ritual memiliki tujuan.
Kelima, sains. Sains yang sudah ada sebelum sains ada. Al-Quran menggambarkan perluasan alam semesta, perkembangan embrio, air sebagai dasar kehidupan, dan tumbuhan berjenis kelamin, berabad-abad sebelum mikroskop dan teleskop. Al-Quran bukanlah buku teks sains, tetapi memang tidak perlu. Al-Quran memahami dasar-dasarnya dengan benar.
Jadi, saya tidak masuk Islam karena impuls, tetapi karena bukti-bukti.
[VIDEO]






