Pemerintah tidak peduli ketika judi online merajalela, pinjol semakin mencekik, bunuh diri dijadikan solusi.
Belum lagi perzinaan dianggap lumrah, narkoba menghancurkan generasi muda, dan korupsi menghisap ratusan triliunan hak rakyat. Maksiat tumbuh bebas, dibiarkan seolah bukan ancaman.
Belum lagi kriminalitas, dari oknum organisasi yang mengaku Pancasila, pemalakan hingga pengancaman.
Belum lagi kejahatan peroknum polisi dan militer semakin tiap hari kita diteror dengan melihat berita bagaimana kriminal oknum menggila, pencabulan, hingga mudahnya memuntahkan amunisi menghabisi rakyat sipil semakin meledak tinggi. Bahkan data menunjukan selama sepuluh tahun terakhir, korban teroris dengan kebiadaan oknum Militer merdeka, lebih banyak menewaskan oknum militer.
Belum lagi pengajian-pengajian DJ tumbuh subur, ulama-ulama palsu sengaja dipelihara, bahkan didanai negara.
Tapi ketika ada pengajian yang membahas pemikiran, membahas aqidah yang haq bahkan khilafah, tiba-tiba aparat bergerak cepat. Kajian dibubarkan, penceramah dicap radikal, umat Islam yang berpikir justru dianggap berbahaya. Mereka menglontorkan miliyaran rupiah uang rakyat hanya untuk menyewa buzzer dan hacker untuk membungkam dakwah yang haq,
Negeri ini tidak takut pada kemaksiatan mereka hanya takut jika rakyat mulai sadar dan Islam kembali dijadikan solusi.
(Ngopidiyyah)