Hadirnya komunitas yang menggugat keabsahan Habaib itu bagian dari projek intelijen

Oleh: Muhammad Zulfa

Setahun lalu saya mengunjungi syekhina Syekh Mustafa Abdunnabi di Cianjur, sehari lebih saya disana untuk mengorek ilmunya yang sangat dalam, di sela perbincangan ilmu, Syekh membahas tentang fenomena Habaib di Indonesia yang saat itu lagi memanas. 

"Maulana tau problematika isu Habaib yang lagi marak di diskusi?" tanya saya.

"Saya tau, Zulfa, hadirnya komunitas yang menggugat keabsahan Habaib itu bagian dari projek intelijen!"
"Wah bagaimana maulana?"  
"Zulfa, Jangan sekali kali kamu kira kerja intelijen itu mudah dideteksi, operasi mereka halus dan bersih, tapi bisa kita baca dari pengalaman masa lalu dengan pola yang sama. Apa yang terjadi di Indonesia sekarang pernah terjadi di Mesir dulu, di Mesir ada seorang tokoh terkemuka yang bernama Omar Makram, beliau ketua para habaib atau istilah di mesir Naqib Al-Asyraf, pengaruhnya luar biasa, sangking pengaruhnya andai satu kalimat saja keluar dari Omar bisa jadi revolusi di Mesir, dan beliau mampu mengusir Hurshid Pasha dari Mesir dan menggantikannya dengan Muhammad Ali Pasha.

Pengaruh tokoh agama yang dikepalai oleh Omar Makram membuat Muhammad Ali takut, akhirnya beliau diasingkan ke Dimyath oleh seorang politikus yang pernah Omar dukung, kamu tau zulfa bagaimana strategi Muhammad Ali ? 

Kepemimpinan Asyraf diserahkan kepada saudara Omar Makram yang Fasik, sosok yang bisa diatur, dimasa kepemimpinan saudaranya, banyak sekali yang bukan habib ia jadikan habib, akhirnya para Asyraf yang punya kedudukan tinggi dalam hati masyarakat mulai pudar dan mulai hilang kepercayaan dari masyarakat.

Langkah pertama untuk mengurangi dan merusak citra habaib sukses.

Setelah itu mereka fokus dengan Al-Azhar, pengaruh Al-Azhar bukan hanya ilmu dan ulamanya, namun lembaga waqaf yang menjadi ekonomi terbesar dan mampu memberi utang untuk negara, itu pun diambil alih oleh negara sehingga pengaruh Al-Azhar melemah.

Pogram melemahkan Al-Azhar sukses.

Mesir saat itu dikuasai oleh Mamalik, para jenderal dan perwira Mamalik dibantai semua oleh pasukan Muhammad Ali di Qal'ah Salahuddin.

Menghilangkan pengaruh Mamalik akhirnya sukses.

Ini cerita Mesir dulu, bagaimana dengan Indonesia?

Sekarang giliran Habaib, suatu saat giliran para kyai, tgk yang akan di serang, kamu kira negara tidak tau persoalan di pesantren? Pelecehan seksual, kekerasan seksual? Pelanggaran HAM?Mereka tau semua yang terjadi di pesantren, cuma belum saatnya untuk berhadapan dengan para kyai.

Jangan terlalu polos memahami suatu masalah dan politik.

Memang kita lugu melihat suatu masalah, kita terbiasa atau dibiasakan melihat masalah hanya permukaan, bukan melihat kedalam, saya teringat dengan ungkapan Syekh Ahmad Tayyib dalam kitabnya "Al-Audah Ila Al-I'man" yang membentuk jamaah teroris adalah kebijakan politik barat, dan para pengusaha senjata, selama ini kita di bodohkan dengan propaganda mereka, seolah olah agamalah yang mendorong seseorang menjadi teroris."

Saya hanya diam dan termenung setelah mendengar ini.

(fb)
Baca juga :