[PORTAL-ISLAM.ID] Sudah diduga....
~ Ribut-ribut pertamina ternyata sekadar buat mengganti pimpinannya dengan orang partai :)
~ barusan diskusi sama orang terkait pertamina, konklusi dari diskusi kita adalah mereka, koruptor, bisa ketangkep karena udah waktunya ganti pemain aja
~ Petral dibongkar ganti Patra Niaga personel tetep skrng siapa personel baru dan operatornya dgn logo dan nama baru?
~ kontrak habis, apalagi ketua gang pusat udah ganti
~ emang, riza aja waktu awal2 mulyono menjabat digoyang, sampe papa kena saham, ujungnya kan jadi tamu kehormatan mulyono di kawinan anak sulungnya, ini juga gitu, cuma mau ganti laci doang
~ Iya bergiliran aja, kita dalam kemiskinan ini menyaksikan bersama, aktor yang tidak amatiran itu, Bapak Erick Tohir, mau adegan apa juga kami tonton Pak
~ Kalo ini sih saya sepemikiran, kalo serius mau bongkar…. Follow the money. Gak
Mungkin cuma mereka yang terlibat. Soalnya Pertamina kan korporasi gede ya.
***
Salah satu poin penting yang dapat ditangkap dari cerita wawancara Ahok yang banyak berseliweran di lini masa:
"Jokowi bubarkan Petral karena dianggap sarang mafia migas, tapi orang-orang Petral direkrut masuk di Pertamina Patra Niaga," kata Ahok.
Riva Siahaan sang Dirut Patra Niaga (yg jadi tersangka) adalah eks orang Petral.
Sebagaimana disampaikan waktu diperiksa KPK, Ahok bilang sudah banyak melaporkan dugaan korupsi di Pertamina ke Menteri BUMN. Termasuk terkait belanja migas yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, yang dianggap tidak transparan.
Ahok sudah lama curiga ini soal kickback (imbalan). "Jumlahnya bisa jutaan dollar per hari."
"Kalau saya Dirut Pertamina, sudah saya pecat itu Riva (Dirut Pertamina Patra Niaga), " kata Ahok.
Yang berhak memecat Dirut Pertamina Patra Niaga, ya Dirut Pertamina dan Menteri BUMN. Komisaris Utama tidak bisa berbuat banyak.." tegas Ahok.
Jadi kesimpulannya, kalau rezim dan mafia Petral masih terus bercokol di Pertamina, jangan-jangan hal itu memang dipelihara.
Menteri BUMN gak mungkin gak tahu.. Pak menteri, silakan bantah pernyataan Ahok itu.
Ahok curiga kasus Patra Niaga ini hanya soal "pergantian pemain".
Dan dia mendesak persidangan kasus ini dibuat terbuka untuk publik. "Biar jaksa-jaksa yang idealis di Kejagung tidak gampang ditelikung oleh syahwat kekuasaan.."