Yang Penting Kabur Dulu
Inilah yang lagi ngetrend di kalangan anak muda. Kabur dulu. Yang penting kabur dulu.
Yang dijadikan pijakan adalah mau sekolah atau kuliah ke luar negeri. Ke sekolah apa atau kuliah apa, bisa sesuai pilihan dan minat atau apa pun. Yang penting kabur ke luar negeri dulu.
Ini banyak di angankan pelajar sekolah menengah atau yang lagi kuliah. Bahkan memang ada yang memiliki keinginan sejak kecil.
Mungkin ingin mengenal budaya asing, ingin melihat kemajuan di luar negeri atau alasan apapun sehingga ketika ada celah kesempatan maka diniati betul-betul.
Dan mereka banyak memburu bea siswa. Bisa dari Indonesia atau dari negara yang dituju.
Mereka ini pandai cari informasi bea siswa. Dan banyak yang mendapatkannya.
Tak sedikit pelajar Semarang juga mendapatkannya. Bahkan beberapa jumpa saya dan sudah sukses dengan kuliah dan pekerjaannya di luar negeri.
Ketika di luar negeri bisa mengenal budaya, ragam makanan yang aneh-aneh, kebiasaan yang lain dan juga sosial budaya yang belum pernah ditemui.
Ketika di luar negeri, juga memang belajar atau sekolah dan kuliah. Nah ketika di tengah studi itulah kadang terletup pikiran untuk mengisi waktu luang dengan usaha atau kegiatan yang menghasilkan uang.
Seperti yang saya jumpai di beberapa kota di Rusia yang saya singgahi, saya banyak dibantu mahasiswa yang jadi pemandu wisata. Padahal kuliah mereka di bidang metalurgi, kedokteran atau ilmu lain. Ini salah satu contoh.
Nah kuatnya keinginan itu menyebabkan mereka yang penting keluar negeri dulu. Kabur dulu keluar dari Indonesia.
Di luar negeri memang sangat mudah untuk mencari penghasilan tambahan. Bahkan di Rusia, saya mendapatkan informasi negara itu sangat membantu siapa saja yang mau bekerja.
Sementara itu anak muda dari Indonesia banyak berada di Singapura, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, lalu Belanda, Jerman, UAE dan juga Rusia.
Setelah kuliah selesai, pikiran mereka terbuka. Banyak yang tetap melanjutkan bekerja di luar negeri. Karena penghasilan di sana jauh lebih tinggi dan bisa menabung.
Seorang yang hanya lulus SMA, akan lebih mudah mencari pekerjaan di luar dan bisa menabung. Sementara di Indonesia, menurut pendapat mereka, sedikit kesempatan yang diperoleh. Gaji juga kecil dan tak bisa menabung.
Apalagi yang memiliki skill lebih dan lulus kuliah, maka akan lebih memperoleh peluang dan hasil kerja lebih tinggi.
Itu yang menyebabkan anak-anak muda diaspora lebih krasan di luar negeri.
Tentu tak salah jika mereka memiliki pemikiran ingin maju dan cepat memperoleh penghasilan dengan kemampuan yang ada.
Tak salah bukan jika masa muda mereka lewat karya mereka sendiri bisa kaya?
Bahkan beberapa yang saya jumpai, mereka bisa hidup hedon dengan uang mereka sendiri. Selebihnya masih bisa menabung.
Jumlahnya ribuan anak muda yang belajar atau kuliah yang juga bekerja di luar negeri.
Mereka yang penting kabur dulu. Ini trend yang sedang berkembang.
Itu bisa sifatnya temporer atau lama tetapi belum tentu melepas kewarganegaraan Indonesia.
(dari fb Johanes Christiono)