Tanggapan Tere Liye atas pernyataan Jubir Istana di atas:
Hanya omon-omon to the bone-lah orang-orang yang berisik efisiensi, penghematan, dia malah melantik 100 lebih pejabat setingkat Menteri/Wakil Menteri/Utusan.
Hanya omon-omon core of the core-lah orang-orang yang berisik soal efisiensi, penghematan, dia malah nambah Kementerian 12. Stafsus dimana-mana, Staf ahli dimana-mana. Gendut. Bocor. Gemoy. Bocor lagi.
Itu tuh bukan cuma soal gajinya, tapi anggaran yang menyertainya, fasilitas, bahkan saat harus nambah 1 kursi di ruang meeting, itu pemborosan. Ngapain elu nyeret 1 kursi baru di ruangan meeting itu, padahal Menteri-Menteri ini kan orang pinter bukan? masak butuh staf ahli juga.
Sama persis kayak pejabat yang sejatinya jubir (si Hasbi ini -red), eh dia melantik lagi jubir-jubir lain (si Hasbi melantik 6 jubir -red). Dan jubir-jubir ini juga punya staf. Dan stafnya punya staf staf lagi. Padahal cuma urusan ngoceh di depan wartawan, sampai 4-5 hirarki organisasinya.
Tapi begitulah, dari Presiden, pejabat-pejabat, hingga ke bawah, keras kepala, merasa benar sendiri.
Kalian catat baik-baik, tahun 2025 ini penambahan utang PRABOWO akan signifikan.
Karena efisiensi ini omong kosong. Maka saat mereka terdesak, ngutang.
Cek saja nanti angka-angka di Desember 2025.
Nah, nasib buat kalian wahai rakyat Indonesia, bahkan saat Desember 2025 utang negara membengkak, tetap saja mereka tutup mata, tutup kuping. Persis kayak Jokowi yang membuat utang 3x lipat, rakyat tetap memilih keberlanjutan.
(By TERE LIYE)
*fb