SEBAB PERANG ADALAH TIPU MUSLIHAT

SEBAB PERANG ADALAH TIPU MUSLIHAT

Perang belum benar-benar selesai, kemenangan belum tuntas 100% masih banyak anjing-anjing liar yang haus darah.

أهل الشام أدري بشعابها

"Penduduk Syam lebih paham dengan kondisi mereka"

👇👇

BELAJAR MEMAKLUMI AKAN CORAK POLITIK BARU KAUM JIHADIS SURIAH

Oleh: El-Hakimy

Banyak yang sentimen dengan perubahan baru Suriah. Banyak yang menuntut agar pemerintahan Suriah langsung menerapkan syariat secara kaffah, padahal Suriah memiliki latar masalah yang berbeda, sehingga akan menjadi bunuh diri jika Suriah memaksakan pada tahap ini.

Untuk itu, pilihan corak ideologis Suriah dalam menyelenggarakan kekuasaan kelak pasti akan sedikit berbeda. Kita sebagai penonton wajib tahu perbedaan ini, agar kita punya bekal permakluman jika nantinya Suriah berbeda.

Pertama, secara geografis Suriah berada di tengah-tengah wilayah yang paling panas di bumi. Punya irisan wilayah dengan Israel, Turki, Irak, Lebanon dan Yordania. 

Karenanya Israel sangat berkepentingan untuk menjinakkannya berapapun harga yang harus dibayar. 
Jika Suriah memaksakan diri, Israel dan sekutu loyalnya seperti AS dan Eropa pasti akan bertindak keras. Agenda penghentian kedzaliman buyar, kembali ke fase terdzalimi.
Kedua, Suriah menjadi wilayah strategis bagi banyak peradaban dunia yang menguasainya. Pernah menjadi wilayah penting bagi Romawi Timur, Persia, Mongol. Pernah juga menjadi ibukota Khilafah Bani Umayah. Dan khusus dalam konteks persaingan tiga agama yaitu Yahudi, Nsrani dan Islam, penguasaan Suriah selalu menjadi satu rangkaian dengan penguasaan Baitul Maqdis.

Karenanya Suriah menjadi perebutan paling sengit sebelum menaklukkan Baitul Maqdis. Pilihan corak politik yang diambil harus mempertimbangkan ini semua.

Ketiga, musuh yang ditaklukkan mujahidin Suriah bukan negara adidaya, tapi hanya rezim Assad yang lebih merepresentasikan kekuatan lokal atau regional. Beda dengan Afghanistan, musuh yang disingkirkan adalah negara superpower, negara terkuat di bumi. Maknanya, jika Suriah ngotot dengan warna Islam yang pekat, besar kemungkinan kekuatan adidaya akan hadir menghajarnya.

Akhirnya hanya pindah dari pendudukan oleh rezim Assad menjadi pendudukan oleh negara yang lebih kuat. Kezaliman terhadap penduduk Suriah tak berhenti, hanya berganti wajah.

Keempat, agenda menegakkan hukum Allah secara penuh masih terlalu berat bagi Suriah untuk saat ini. Agenda ini akan menciptakan badai dahsyat yang menerpa dari luar. Beda dengan agenda menghilangkan kezaliman (seperti nama operasi yang dilancarkan HTS yang kemudian berbuah kemenangan ini, yaitu ردع العدوان yang bermakna menghentikan kezaliman).

Agenda menghentikan kezaliman Bashar Assad terhadap rakyatnya sendiri justru melahirkan dukungan dari luar. Poin inilah yang agaknya menjadi titik pijakan posisi para pejuang Suriah. Bagian dari sikap dewasa dan bijak, tidak terburu-buru karena semua perlu proses dan tahapan.

Kelima, jika Suriah ngotot dengan agenda menegakkan kekuasaan Islam 100%, sementara sekelilingnya masih berada pada fase terjajah dan terzalimi, seperti Gaza dan Palestina, justru akan mengembalikan Suriah pada tahap yang sama. Sebab dunia luar pasti akan memanfaatkan sentimen anti Islam untuk menghajar Suriah dengan keras, dan itu artinya Suriah akan kembali ke fase terzalimi seperti Gaza, tak bisa beranjak ke fase berikutnya untuk menata diri lebih baik.

Keenam, fase penegakan kekuasaan Islam itu akan tiba pada waktunya, menunggu perubahan di sekelilingnya, seperti Mesir, Lebanon, Yordania dan lain-lain. Suriah tak akan mempu sendirian menahan badai yang datang jika belum ditemani Mesir, Lebanon dan negara-negara muslim tetangganya. Jika sekelilingnya masih seperti sekarang, yang dicengkeram rezim pro “Israel”, Suriah tak akan aman sendirian.

Ketujuh, di tengah perebutan keras terhadap Suriah dari negara-negara tetangga maupun dari negara-negara kuat yang jauh, Suriah lebih baik memainkan politik dan me-manage persaingan itu menjadi hal yang menguntungkan buat Suriah. Dibanding Suriah memaksakan diri berwarna Islam terlalu pekat, sehingga semuanya mengambil posisi memusuhi.(*)

Baca juga :