Rakyat Tidak Sebodoh Wapresmu

PERLAWANAN DI MANA-MANA
By Among Kurnia Ebo

Kalau tidak karena sudah keterlaluan, rakyat (mahasiswa, intelektual, seniman, civil society) tidak akan amok dan turun ke jalan. 

Jika penguasa sudah semena-mena dan tak sadar diri, serta menginjak prinsip demokrasi yang dianut sebagai negara modern serta mempermainkan hukum untuk kepentingan sendiri, maka jangan salahkan rakyat jika bergolak... 

Pertama, rakyat akan ngalah. Kedua, jika disindir tidak juga sadar maka rakyat akan ngalih. Ketiga, jika ngalih dan mereka tetep keterlaluan maka rakyat akan ngamuk juga. Sudah mau ngalah, mau ngalih, kezaliman makin menjadi, maka tinggal satu pilihannya: ngamuk! 
Tanda-tanda itu sudah tampak. Tinggal bagaimana penguasa menyikapinya... Sampaikah nanti sampai tahap amuk seperti kejadian 98? 

Uni Soviet itu kuatnya seperti apa? Tapi, tahun 1991 akhirnya pecah menjadi 15 negara. Uni Soviet hilang dari peta geografis dan peta sejarah. Akibat keputusan Gorbachev yang melontarkan Glasnost dan Perestroika. 

Yugoslavia juga juga sekuat apa? Tapi tahun 1992 akhirnya pecah berkeping-keping menjadi 7 negara. Akibat Josep Broz Tito yang menjalankan kekuasaan dengan semena-mena. 

Indonesia???? 

Sejumlah novel memprediksi akan hilang dalam waktu tak lama. Seperti Sunda land atau Atlantis yang juga hilang dari peta sekian ribu tahun silam. 

Jadi, menurutmu bagaimana nasib Indonesia? 

Apa akan seperti fufufafa?
Baca juga :